Persiapan Bukti

1253 Kata

Vaga mengigiti kuku jarinya, ia saat ini sedang merasa resah. Beberapa menit yang lalu ia mendapat sebuah penggilan iseng dari nomor yang tidak dikenal. Tentu saja Vaga berusaha untuk mengabaikan segala bentuk pikirannya, hanya saja semakin rasa penasarannya tinggi semakin ia ingin tahu bagaimana bisa satu panggilan itu mampu membuat Vaga kelimpungan seperti ini. Bagaimana tidak, semenjak perjalanan hidupnya lahir ke dunia Vaga belum pernah sama sekali membayangkan jika ia bisa mendengar suara wanita yang mengaku-ngaku sebagai Ibunya. Meski kemungkinan kecilnya sangat nihil itu adalah sebuah kebenaran, tetap saja Vaga merasa semakin ingin tahu. Hanya saja saat ia melakukan panggilan ulang pada nomor tersebut, bahkan nomornya sudah tidak aktif. Vaga memikirkan jika nomor itu hanya akan akt

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN