Brak Viona membanting pintu apartement, lantas ia masuk ke dalam kamarnya yang hanya beberapa langkah dari pintu utama. Viona langsung mengemasi barang-barangnya, ia tak peduli lagi dengan kesepakatan dan perjanjiannya. Viona sudah cukup sakit hati dengan ucapan Vaga, ia tak mau lagi merasakan hal yang lebih sakit lagi dari ini. Memang benar apa yang orang-orang katakan, mulut Vaga itu kejam bahkan sangat kejam. Dia tak segan-segan berucap meski tak sesuai dengan faktanya, Vaga tak mencari dulu realita yang terjadi apa dan bagaimana, ia langsung berspekulasi berdasarkan prasangkanya. Sret Dugh Dengan kecepatan maksimal Vaga sudah sampai dipelataran basement parkir apartmentnya, ia berlari cepat, memencet tombol lift lalu menunggu beberapa detik dengan tak sabar. Setelah pintu lift ter

