Vaga memainkan bolpointnya dengan tutup-buka tutup-buka tutupnya, ia sudah masuk di kelas sedang menunggu Dosen datang, saat ini pikirannya tertuju pada Viona yang arah karenanya, tapi ia sama sekali enggan untuk menarik kembali perkataannya karena itu menjadi prinsipnya saat sudah berbicara. "Aish." Cowok itu mengusak rambutnya kasar, tak seperti biasanya Vaga sampai memikirkan orang yang secara tidak langsung sudah ia sakiti. Seantero kampus ini sudah pasti tahu siapa Vaga dan mana mungkin hanya karena seorang gadis seperti Viona, ia menjadi macan yang kehilangan taringnya, bisa-bisa nanti Vaga akan ditertawakan oleh banyak orang. Namun, jujur saja untuk kali ini Vaga merasa memang sudah sangat keterlaluan dengan Viona, entah sejak kapan ia sendiri mulai meragukan sikap jahatnya pada

