Dua hari berlalu tanpa gue rasa dan tepatnya besok adalah hari pernikahan gue sama Mas Juna, walaupun keadaan kaki gue belum begitu membaik tapi kita berdua sepakat untuk melangsungkan acara pernikahan kita tetap di hari yang sama, selain karena orang-orang udah pada tahu kalau sama Mas Juna akan menikah di hari tersebut dan undangan juga udah di sebar, gue punya alasan lain kenapa gue gak mau kalau acaranya di undur lagi, gue gak mau perasaan gue akan semakin kacau kalau gue menunda pernikahannya gue sama Mas Juna lebih lama lagi, gak akan ada gunanya, yang ada gue akan kembali bingung. Selama dua hari ini gue berusaha keras untuk tidak memikirkan Kak Alan, gue berusaha untuk mengabaikan perassn gue ke Kak Alan, gak akan ada untungnya kalau gue terus berlarut dengan keadaan kaya gini, gu

