Setelah perdebatan ala-ala kita bertiga, suasana mendadak hening begitu gue, Uni sama Mas Juna mulai fokus dengan pemikiran masing-masing, gue gak tahu Mas Juna mikir apa, Mas Juna cuma terlihat fokus dengan kemudinya sedangkan Uni juga mulai fokus memperhatikan keluar jalan sama seperti halnya gue sekarang, memandang keluar jalan dengan pemikiran tersendiri gue banyak hal yang gue lalui dalam satu hari, ah gue ralat, banyak hal yang terjadi padahal hari gue baru berjalan seperempat hari doang, wajah terluka Uni, wajah cemburu Mas Juna bahkan wajah pasrahnya Kak Alan, semuanya sukses menyambut awal pagi gue. Banyak yang sebenarnya gue ingin lalukan bareng Mas Juna sama Uni hari ini, banyak hal yang ingin gue bicarakan terutama bagaimana Mas Juna meyakinkan Kak Alan untuk menyerah bahkan

