Melemparkan handphone gue balik ke ranjang, gue mulai beberes dan menunaikan kewajiban gue, gue mutusin untuk nutup mata dengan isi chat Ali barusan, gue gak mau percaya apapun lagi kalau itu keluar dari mulut Ali, ah bukan gak percaya tapi gue udah gak yakin dengan semua ucapannya, gue gak tahu yang mana dari ucapan Ali yang beneran tulus dan mana yang cuma karangannya belaka, sangat sulit untuk gue percaya sekarang, gue gak mau semakin mengacaukan pikiran gue yang mulai jauh lebih tenang, biarin gue kaya gini dulu untuk sekarang, gue gak mau denger ataupun tahu sama sekali tentang Kak Alan atau Ali untuk saat ini. Gue mutusin untuk langsung shalat dan turun ke bawah untuk nyiapin makan malam Ayah, gue cuma mau fokus ngurusin Ayah gue dulu sekarang karena kalau pemikiran gue pecah dan be

