"Apa kamu sangat ingin melupakan Kakak?" Tanya ulang Kak Alan ke gue, mendengarkan ucapan Kak Alan barusan otak gue sama sekali gak bisa merespon apapun, otak gue gak bisa mikir dan semuanya nge-blank gitu aja, saat ini bukannya gue gak mau ngerti apapun tapi otak gue yang gak mau ngerti apapun, kalau apa yang di pertanyakan Kak Alan barusan adalah sebuah kenyataan, untuk pertama kalinya gue malah berharap kalau semua ini cuma mimpi gue doang, gue gak mau nerima kenyataan kalau hanya akan berakhir membuat gue kembali bingung dengan perasaan gue sendiri, gue gak mau goyah lagi untuk pilihan gue nanti. "Kenapa kamu diam? Bukannya selama ini kamu menunggu? Kakak pikir setelah Kakak balik ke Indonesia kamu masih seperti Aya yang dulu tapi ternyata, kamu malah menerima laki-laki lain dengan be

