"Alana Rian Akbar." Gue menatap Mas Juna dengan tatapan berkaca-kaca gue sekarang, gue harus gimana? Tolongin gue. "Ay! Kenapa bengong? Kenalin pacar gue? Bukannya lo penasaran benget?" Lanjut Uni masih dengan senyum semangat yang sama. "Alan, selamat untuk pertunangannya." Kali ini Kak Alan yang mengulurkan tangannya ke gue lebih dulu, gue hanya memperhatikan uluran tangan Kak Alan lama tanpa berniat menyambut ulurannya, gue yang sedang berusaha keras nahan isak tangis gue sampai Mas Juna menggantikan gue menyambut uluran tangan Kak Alan sekarang. "Selamat Mas." Ulang Kak Alan tersenyum ramah san detik itu juga air mata gue tumpah tanpa gue sadar, gue memejamkan mata gue dan meraih tangan Mas Juna detik itu juga, tangan gue bergetar, pikiran gue kacau, gue sama sekali gak nyangka kala

