"Kamu serius udah nerima lamaran Junanya Ay?" Tanya Tante Sri ulang seolah belum percaya dengan apa yang barusan di dengarnya. Gue yang masih berdiri mematung karena kaget dengan pemberitahuan Mas Juna barusan juga belum memberikan jawaban apapun, gue berasa kaya lagi di sidang dadakan, rasanya lebih parah dari sekedar nerima lamaran dadakan Mas Juna tadi yang ala-ala. "Ini Ayanya gak jawaban apapun Jun, kamu jangan becanda terus, Mama gak suka, Juna jangan terlalu di dengerin Ay." Tante Sri bahkan tersenyum canggung memperhatikan gue sekarang. Gue melirik Mas Juna sesekali penuh harap, apa harus Mas Juna bertindak sejauh ini? Tapi yang Mas Juna omongin gak salah juga, secara gak langsung gue memang sudah mengiyakan lamaran Mas Juna tadi, cuma waktunya aja yang serba dadakan untuk gue,

