"Ay! Mas mau nanya sesuatu sebentar." Gue memberhentikan langkah dan berbalik menghadap Mas Juna, kita sekarang ada di depan rumah Mas Juna tapi Juni udah masuk lebih dulu. "Kenapa Mas?" Gue mundur beberapa langkah menjauh dari Mas Juna. "Kamu beneran gak papa? Mas minta maaf soal omongan Ratna tadi." Walaupun raut wajah penuh sesal sangat terlihat jelas, gue tetap memperlihatkan senyuman tertulus gue, gak ada yang perlu di maafin. "Aya gak papa Mas, beneran, kenapa Mas yang minta maaf? Kan bukan Mas yang ngomongin Aya?" Bukan Mas Juna yang ngatain gue tadi, bukan Mas Juna juga yang berantem sama gue tadi jadi kenapa Mas Juna harus minta maaf? Ini semua bukan kesalahannya jadi gue gak harus memberikan maaf karena disini memang bukan salah Mas Juna. Lagian kalau Mas Juna ngomong kaya gi

