7

1128 Kata

"Tujuh tahap percintaan lo mesti disempurnakan." Werryn melirik Xander yang ikut penasaran pada percakapan kedua kakaknya.  "Tujuh tahap? Tahap apa?" Vianka mencondongkan tubuh antusias. Jika berkaitan Pak bos sayaaanng mesti semangat. "Tahap ngomel-dumel, tahap lirik deg-degan, tahap colek-sentuh-remas, tahap penyangkalan, tahap kabur, tahap ketemu lagi, tahap cecintaan." Werryn mengatakannya dengan ekspresi serius. "Tahap apaan itu?? Aneh!" Xander mendengkus kesal pada rumusa Werryn yang asal-asalan. Dia sudah tahu dari Vianka jika aksi pemanggilan arwah cinta yang dulu atas ulah Werryn. Bisa saja kali ini juga Werryn ingin mengerjai Vianka. "Vianka udah lalui semua tahap itu kecuali cecintaan." "Tahap model apa ada colek-sentuh-remas??" tanya Xander sengit. "Ada. Vianka udah dicol

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN