0

1245 Kata

Nol persen kemungkinan Vianka bisa menjadi nyonya rumah sesungguhnya. Dia menatap potret kemesraan Kenio dan mendiang bunda Kasyaf. Potret itu akan menghantuinya. Tidak ada istri baru yang betah tinggal dalam rumah yang memajang kenangan masa lalu suaminya. “Ada apa?” Kenio bertanya saat menemukan Vianka belum menyiapkan koper mereka untuk berbulan madu. “Boleh saya mengajukan satu permintaan?” “Tergantung.” “Kenapa tergantung? Pilihannya ya dan nggak.” Kenio tahu isi kepala Vianka jauh dari level biasa saja. Jika ada ide yang melintas, potensi besar di luar nalar manusia atau melangkahi kata memalukan. “Kalau mau rasional, bisa saya kabulkan. Kalau aneh-aneh...” Kenio mengangkat kedua tangan tanda menyerah. “Saya Cuma minta foto Bapak dan bunda Kasyaf disimpan di tempat lain,” kata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN