Ujian hidup itu ada tiga bagi Vianka. Ujian lapar, ujian jiwa, dan ujian akal. Kalau lapar tinggal makan. Kalau sakit jiwa jadi galau. Kalau hilang akal ya sudah kelar. Dan Vianka merasakan ketiga ujian itu. Lapar, galau, dan tertekan. Sepanjang pagi dia menghindari kontak mata bahkan berusaha tidak berada dalam satu ruangan bersama Pak bos. Semua pekerjaan yang berhubungan mengurus t***k-bengek Pak bos dan Mas Kasyaf diambil alih Mbok Semi. Sepanjang pagi, banyak pekerjaan yang sudah diselesaikan Vianka. Mulai dari mencuci baju, mengganti gorden, menyikat kamar mandi, mengganti seprei di kamar Kasyaf, bahkan menyiram tanaman. Bergerak ke sana ke mari tanpa makan membuat Vianka lemas, tapi tubuhnya menolak asupan energi masuk kecuali air putih. Dirinya tambah jengkel karena Mbok Semi dim

