"Gak mungkin!" Udin mondar-mandir tak karuan sembari sesekali melihat dinding menjulang tinggi di sebelah rumahnya. Ia beberapa kali menampik bahwa selama ini Shera adalah tetangganya. Tak sedikitpun terbesit dalam pikirannya penghuni rumah misterius itu adalah gadis yang akhir-akhir ini sering bersama-sama dengan dirinya. "Apanya yang gak mungkin?" Suara Lusiana membuat Udin lekas berpaling. "Mah, aku mau bicarain sesuatu tentang rumah yang ada di sebelah kita." Semoga saja sang ibu mau diajak bicara mengenai rumah misterius di sebelahnya. Karena Karap kali membahas rumah itu Lusiana selalu menolak dan berdalih ke hal lain. "Mending kita makan malam dulu. Adek kamu udah ngeluh pengen segera makan." Seperti yang sudah Udin duga, sang ibu memang enggan membahas rumah itu. "Oh ya ud

