Sore sekitar pukul 17.00, Nadya baru saja pulang. Sengaja dia makan sore di luar karena malas bertemu Jingga lebih awal. Menatapnya cuma membuat Nadya emosi. Jujur saja, Nadya tidak tahu harus melakukan apa, dia seperti terjepit pada sesuatu yang membingungkan. Di satu sisi, dia harus memaksa Jingga untuk meminta maaf, tapi di sisi lain Nadya berpikir apakah Jingga tak memiliki kesadaran dan berinsiatif untuk meminta maaf terlebih dahulu? Sesampainya di rumah, Nadya melihat Jingga yang sedang makan di meja makan. Dia tampak menikmati menunya hari ini dengan sangat nikmat, bahkan lelaki itu tak menoleh sedikit pun ke arah Nadya yang baru saja membuka pintu. "Abis dari mana?" tanyanya membuka percakapan. "Abis dari rumah Umi. Umi udah ke sini?" tanya Nadya. "Belum. Ada apa? Ada kepent

