"Nadya, mungkin Umi dan Abi akan ke rumah Biru aja. Bagaimana pun kami orang tua Jingga dan mau nggak mau harus bertanggung jawab atas semuanya. Jujur, Umi kecewa dan Abi saja sudah marah besar, jadi daripada semuanya makin parah lebih baik kami yang datang ke sana," ucap Umi setelah mereka keluar dari rumah Jingga. Sementara ayah Jingga sudah masuk mobil terlebih dahulu. "Ah gitu ya? Ya sudah nggak papa. Hati-hati," kata Nadya. Bahkan setelah diberi berbagai nasihat hingga kemarahan ayah Jingga keluar, anaknya tidak luluh sama sekali. Nadya tidak tahu setelah ini akan melakukan apa, yang penting dia malas untuk berkomunikasi dengan lelaki keras kepala itu. Sementara di lain tempat, Biru sedang makan bersama keluarganya di ruang tengah. Tak ada obrolan serius, hanya saja berkali-kali i

