Pagi-pagi sekali Jingga sudah rapi dengan setelan kemejanya. Dia mengambil tas, lalu pergi dari kamar. Sementara Nadya yang sedari tadi duduk di tepi ranjang memperhatikannya, seakan tak dianggap sedikit pun oleh suaminya. Hingga titik ini Jingga memang sangat keterlaluan. "Kamu sampai kapan kayak gini terus? Diemin aku? Kalau keberadaan aku di sini nggak kamu hormati, nggak kamu anggep, bukannya lebih baik aku pulang ke rumah ibu?" Kali ini Nadya berbicara ketika Jingga memutuskan untuk mengambil bekel dari atas meja makan. Lelaki itu menatap Nadya sekilas, lalu pergi tanpa berminat menjawab ucapan istrinya. Nadya benar-benar dibuat kesal. Jingga sama sekali tak memperhatikannya. Padahal Nadya sudah berniat akan mempertemukan Jingga dan Biru agar masalah mereka terselesaikan, tapi ken

