Morgan POV Masih jelas dalam ingatanku, hari di mana Rahman Witjaksono datang ke kantorku. Hari di mana pria yang tampak gagah beberapa bulan yang lalu, sekarang tampak begitu menyedihkan. Tak ada wibawa ataupun kesombongan di dalam dirinya. Yang ada hanyalah guratan usia yang terlihat bertambah banyak. "Ada yang bisa saya bantu?" Adalah kalimat pertama yang kuajukan kepada beliau kala itu. Wajah yang sejak tadi tertunduk itu, perlahan terangkat. Frustasi dan kesedihan tercetak jelas di dalam matanya. "Bagaimana bisa anda tahu jika saya ke sini untuk meminta bantuan?" Terkejut adalah kata yang tepat untuk menggambarkannya saat ini. Untuk informasi, aku bukanlah paranormal. Namun, ketika melihat sosok seperti Rahman Witjaksono datang ke kantorku dengan penampilan seperti itu, aku ya

