18

1096 Kata

Aku tertegun. Lebih tepatnya terkejut. Karena aku ragu akan pendengaranku sendiri. Morgan mencintaku? Sejak kapan? Maksudku, bagaimana bisa? Dan... apa semua yang baru diucapkan benar? Atau hanya satu kebohongan? Kupandang sisi wajah Morgan dari balik bulu mataku. Disusul sebelah bibirku yang tertarik ke atas. "So sweet. Ucapanmu itu sangat menyentuh, Mas. Jika perempuan lain yang mendengar mungkin mereka akan sangat bahagia. Tapi sayangnya, aku tidak sebodoh itu. Sekarang bisa lepaskan tanganku?" Morgan memutar lehernya hingga akhirnya pandangan mata kami bertemu. Saat itulah aku menemukan keseriusan di dalam matanya yang harus membuatku bertahan dan tidak tergoyahkan. "Apa yang akan kamu lakukan kalau aku tidak melepaskanmu?" "Aku akan berteriak." "Berteriaklah. Aku yakin kamu tahu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN