19

1025 Kata

Keesokan paginya aku dipenuhi kegundahan. Aku menarik napas dalam-dalam dengan mata terpejam sambil berusaha menenangkan jantungku yang berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya. Ya Tuhan, tolong bantu aku! Aku terus berdoa dalam hati. Berharap apa yang dikatakan Meti kemarin adalah kesalahan. Jujur, hatiku bimbang. Ada rasa bahagia sekaligus takut bilamana kenyataannya ada sebuah kehidupan di dalam perutku. Bahagia karena aku akan menjadi seorang ibu dan memiliki seseorang yang bisa menjadi alasan untukku terus bertahan hidup. Namun, di sisi lain ada rasa takut di dalam hatiku. Aku takut jika Morgan sampai tahu keberadaan anaknya, dia akan merebutnya. Kuhela napas sekali lagi sebelum akhirnya perlahan membuka kedua kelopak mataku dan memandang alat tersebut. Tubuhku mematung. Dua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN