14

779 Kata

Aku menyalakan ponsel dan memandang langit-langit kamar Morgan dengan tatapan kosong. Apa yang telah terjadi kemarin sukses membuatku merasa jijik akan tubuh ini. Morgan telah mengambil apa yang telah menjadi haknya tanpa ragu. Harus kuakui, tak ada tindakan kasar sekujur tubuh ini. Hanya saja hati inilah yang paling merasa tersakiti. Tidak bisakah dia memintanya dengan  baik-baik? Pikirku pilu. Menimbulkan cairan panas dipelupuk mataku. Sudah berapa lama aku menangis sejak aku memohon pada Morgan untuk menghentikan tindakannya tapi dia mengabaikanku? Enam jam? Mungkin. Aku tidak tahu. Aku memiringkan tubuhku. Untuk sesaat aku terenyak ketika melihat sebuah benda berada di atas nakas. Sejak kapan...? Harus kuakui sejak pertama kali menginjakkan kaki di rumah ini, tidak pernah sekalipu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN