Gara kembali bernapas lega setelah melihat Kisha bangun dari tidur panjangnya. Yang Gara takutkan, Kisha tak akan membuka matanya kembali. Saat ini, Gara tengah duduk memantau cctv yang sengaja dipasang di markasnya. Mata Gara menajam melihat seseorang yang terlihat mengendap-ngendap menuju ruang penyimpanan barang yang sudah selesai di packing. Seringai Gara semakin terlihat jelas, disusul decakan dari bibir Gara. Pintu ruangannya terbuka disusul suara lembut memanggilnya, "Gara?" Gara berdeham pelan sebagai tanda bahwa dirinya memang berada di dalam. Tidak ada yang Gara sembunyikan. Dia menceritakan semuanya pada Kisha. Kening Kisha mengerut sesaat sebelum akhirnya mendekati Gara. Kisha menatap lekat layar monitor yang menunjukkan berbagai tempat dalam satu layar. Kisha men

