Tiga Puluh Tiga

787 Kata

Setelah perdebatan alotnya dengan Kisha, Gara berhasil berangkat. Tentu saja penuh drama di dalamnya. Saat ini, Gara tengah berdiri menatap tajam hutan lindung yang akan dijadikan tempat transaksi. Gara harus waspada karena tidak sedikit ada yang selalu menggagalkan transaksi. Entah itu dari pihak kepolisian atau lawan bisnisnya yang sama-sama Mafia. Resiko melakukan transaksi itu berat. Hanya beberapa kali transaksi lancar tidak ada yang menyabotase selama ia bergelut di dunia bawah tanah ini.   "Bos, sebentar lagi mereka sampai." Prans mengintrupsi lamunannya.   "Seperti yang direncanakan tadi waktu di markas. Berpencar ke titik yang sudah diintruksikan." tidak ada nada kelembutan di sana, yang ada hanya suara dingin nan datar yang terdengar. "Ingat. Saya nggak mau kalau sampai ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN