Mereka bertujuh menatap Gara bengis. Masing-masing dari mereka sudah menodongkan senjata ke arah Gara. Gara menyeringai kemudian membenarkan letak topinya. "Apa mau kalian?" Dari salah satu mereka tersenyum mengejek. "Menghancurkan kartel milik anda. Anda terlalu banyak menjatuhkan harga diri kami, Tuan." Gara berdecih. "Saya tidak pernah menjatuhkan siapapun. Itu hanya kalian saja yang terlalu banyak berbicara tanpa melakukan hal yang seperlunya dilakukan. Letak salah saya dimana?" Dirinya hanya terlalu dingin pada yang namanya belas kasih. Jadilah dirinya bisa membunuh siapa saja tanpa pandang bulu. Siapapun bila melihat kekejaman yang ia lakukan, sudahlah pasti banyak yang mengutuk dirinya. "Dan satu lagi," ujarnya tenang. "Kalian pengecut yang mengatasnamakan keberanian.

