Keluar meninggalkan markas tanpa melepas atribut dan baju seragamnya. Orlando berjalan di belakang dua rekannya yang terlihat bersemangat untuk mencari kudapan. Seperti halnya di negaranya. Banyak pasang mata memicing dan tersenyum samar melihat mereka. Bagaimana tidak? Untuk sebagian orang, pria dengan seragam itu terlihat keren. Atau, bagi mereka yang menyukai citarasa asing dibandingkan lokal, pria asing yang terlihat sangat berbeda dengan pria setempat, pasti terlihat menarik. Orlando mengikuti kedua temanya, berbelok ke sebuah restoran kecil di sudut blok. Mereka mempunyai hari bebas hingga besok. Dan mereka berniat mengganti menu barak dengan sesuatu yang lain. Mereka bertiga memilih tempat di sudut ruangan. Pelayan datang dengan tiga gelas air putih dan menanyakan pesanan mereka

