Ada satu hari dalam sebulan di mana suasana lengang penuh kediaman terjadi di rumah besar itu. Seperti hari itu ketika Noe dan ibunya duduk berdua dalam diam. Sudah lebih dari lima belas menit mereka hanya melakukan kegiatan menyesap teh dan memandang ke arah halaman rumah melalui jendela yang terbuka lebar. Hembusan angin bahkan menerpa tirai menghasilkan gesekan yang bahkan bisa terdengar oleh telinga. "Sampai kapan?" Noe tidak menoleh ke arah ibunya. Namun dia tahu maksud pertanyaan ibunya. "Kau meragu untuk melepaskannya? Apakah pikiranmu tentang masa satu tahun itu...sudah berubah?" Noe masih terdiam. Kalau ada orang di rumah ini yang paling mengerti dirinya, itu adalah ibunya. Sejatinya...Noe merasa tidak pernah memiliki hubungan yang mesra dengan ayah kandungnya. Ayahnya adala

