Viona menjadi sangat bersemangat dan mulai menanggapi ciuman itu dengan penuh minat. Wajahnya perlahan mulai memerah dan napas menjadi terengah-engah karena kurang lancarnya pasokan oksigen yang masuk ke paru-paru, saat itulah Lucky melepasnya meski merasa sangat enggan. Apel adamnya berguling beberapa kali ketika mengamati ekspresi Viona yang tampak linglung dan sangat menggoda di matanya, ingin rasanya dia mengurung serta menggertaknya dengan keras sehingga gadis itu tidak akan bisa berjalan secara benar keesokan harinya. Dan hanya menjadi miliknya seorang. Tetapi sekuat tenaga dia menahan hasrat tingginya, karena gadisnya harus menyelesaikan misi dari sistemnya terlebih dahulu, dia tak ingin menghalangi jalannya sehingga menimbulkan masalah yang tak perlu nanti. "Baiklah, ayo kita se

