Pohon beringin besar menjulurkan akar gantung dari rantingnya, kemudian mencambuk dengan keras ke udara mengeluarkan bunyi desir yang menggetarkan jiwa. Sebuah retak mulai muncul di bagian pertengahan pohon, semakin lama retakan itu menjadi luas hingga menyerupai bentuk mulut yang menganga lebar. ''Roar!'' Dari dalam mulut besar terdengar raungan bernada tinggi yang memekakkan telinga. "Berisik!" cecar Viona sembari menutup telinganya. Meskipun melihat penampakan mengerikan dari pohon di depannya, dia sama sekali tidak takut dan bahkan merasa sangat bersemangat untuk segera bertarung. Pohon beringin yang dicerca oleh manusia menjadi tersinggung, mencambukkan akarnya ke arah gadis menyebalkan itu dengan banyak kekuatan. Jika manusia normal yang lemah menerima cambukan tersebut, maka dap

