sebuah maaf

963 Kata
aku terduduk sendiri di teras rumahku.pikiranku berkecamuk,memang tak pantas bagiku mengungkapkan penyesalanku,di saat semuanya sudah terlanjur terbuka.berkali kali aku mencoba masuk ke dalam rumah tatkala ku dengar isak tangis nya dari luar semua ku urungkan kembali.rasa nya seluruh hati hancur berkeping keping.mungkinkah semua bisa kuperbaiki?? jam satu dini hari keadaan di luar sudah samakin sepi,hnya angin malam yang sesekali menyapa tubuhku.aku memberanikan diriku untuk masuk ke rumah,isak tangis nya mulai tak terdengar lagi.aku terkejut ketika dia berdiri di pintu kamar nya,mata nya tampak sembab seolah menunjukan kesakitannya yang tiada tara.segera ku tutup pintu perlahan dan setengah berlari ku jatuhkan tubuh ku di kaki nya.ku genggam erat.memohon permintaan maaf dari nya.ribuan penyesalan ku ungkapkan padanya.namun lagi lagi aku tak bisa meluluhkan amarah nya. "aku ga ngapa ngapain di sana bu.tolong percaya...!!! "begitu ungkapku karna kenyataan nya,aku belum sampai kebablasan berhubungan dengan wanita itu.namun berkali kali aku jelaskan dia tetap tak terima,aku tak menyalahkan atas ketidakpercayaan nya.karna siapapun tak akan percaya bila memang kenyataannya aku dan wanita itu berada dalam satu ruangan. "dia memintaku untuk tinggal sebentar,dia siapkan kopi untuk ku... "jelasku. "lalu.... "desak maya seolah meminta jawaban lebih dariku. "dia duduk di sebelahku,dia ...,dia menciumku sekali... "ungkapku walau agak ragu. "ya sekali!!! tapi lama!!! dapat di lihat dari rambut kalian yang sama sama berantakan... "bentak maya.aku tak bisa menjawab nya,karna memang seperti itu lah yang terjadi sampai akhirnya terhenti oleh kedatangan maya. "malam ini bisa tak terjadi apa apa karna kedatanganku,lalu malam malam sebelum nya,sebelumnya lagi.tak ada yang tahu!!" "sumpah bu,sumpahhhh!!!baru malam ini aku duduk disana.biasanya aku langsung pulang.sumpahhh!!!"potong ku karna memang aku tak pernah melakukan apapun dengan wanita itu kecuali malam ini. "awal nya aku hanya ngojek biasa bu,dia ngasih aku ongkos lumayan besar.biasa yang lain cuma 10 ribu dia bisa ngasih 25.awal nya dia cuma langganan tetap saja bu.sumpahhh aku ga tau bisa sampai sejauh ini.tolong maa fkan aku.cuma kalian yang aku punya sekarang..."ungkapku,air mataku menetes menyesali semua yang terjadi.aku bangkit dan memeluk nya erat. "tolong maafkan aku,aku janji ini terakhir aku bertemu dengannya.walaupun tak sengaja bertemu aku sama sekali tak akan menoleh nya..."namun maya malah melepaskan pelukan ku. "meskipun mampu ku maafkan dirimu,namun kamu sudah membuat kepercayaanku padamu hilang.maaff aku sudah tidak bisa sepenuh nya mempercayaimu lagi..."ucap maya.aku menatapnya dalam lalu ke genggam tangan nya."aku janji,akan mengembalikan kepercayaan yang sudah aku rusak.aku janjiii... "ucapku... "buktikan saja,jangan hanya berjanji... "aku pun mengangguk.dia segera melepaskan genggaman tanganku. "jangan marah lagi bu.aku sedih.bahkan ibu enggan memanggilku seperti biasa nya.kita sperti orang lain... "ungkapku,karna maya sudah jadi kebiasaan kalo marah kadang sampai berani hanya memanggil namaku.namun itu bukan lah suatu kesalahan.itu hanya ungkapan nya ketika marah... "apa ibu blum memaafkan aku?? "aku mengharapkan jawaban darinya yang tampak masih cuek dan kesal. "memang semudah itu memaafkan?? beri aku waktu buat sendirian.biarkan waktu yang menyembuhkan sakitku malam ini... "jawab maya.ia pun naik ke tempat tidur lalu membaringkan badannya.aku ikut berbaring di samping nya.kita sama sekali tak bicara,dia membelakangi dan tak menghiraukan keberadaanku.aku sengaja tidur di samping nya walaupun tak ngantuk sama sekali.aku ingin kepercayaan nya kembali lagi,dia tlah melalui malam yang berat dan panjang. aku ingin dia beristirahat,seumpama aku menjauhi nya dan lebih memilih tidur di luar dia akan terus curiga denganku,dan membayangkan aku tengah bertukar chat dengan wanita itu... pagi pagi sekali sudah ku kerjakan semua pekerjaan maya.aku berharap ketika dia bangun nanti hatinya akan lebih baik dari pada semalam.sementara kim,dia masih di rumah nenek nya.karna semalam maya menitipkan nya.maya tampak tidak menyadari keadaan rumah yang tampak sudah rapi.dia bergegas merapikan dirinya dan bersiap siap berangkat. "bu,sarapan dulu..."panggil ku.namun maya tampak cuek seolah enggan menyaut.dia segera keluar dan masuk ke dapur.maya tampak sedikit keheranan karna di atas meja sudah ada nasi goreng dengan segelas teh manis hangat.dia tatap seluruh ruangan. "kamu semua yang kerjakan bi...?"tanya nya,masih tampak sinis. "iya bu..."aku tersenyum berharap mendapat pujian dari nya. "coba kalo tiap hari kaya gini..."maya menyantap makanan nya.wajah nya tampak cuek seolah dia tak menganggap aku ada. "aku antar kamu kerja ya..."ucapku,maya tampak menghentikan makan nya,dia seolah terkejut dengan ucapan ku. "ga salahhh..."jawab nya sambil tertawa sinis. "emang salah ya bu kalo aku mau antar kamu kerja...?"tanyaku. "salah sih engga cuma untuk apa??sudahlah bi tak usah memaksakan diri.seperti apa adanya saja..."ungkap nya sambil segera menghabiskan makan nya dan meneguk air teh yang aku persiapkan tadi. "aku bawa jaket dulu tunggu sebentar,lagian kim masih tidur pas tadi aku lihat di rumah bapa..."tanpa menunggu jawaban dari maya segera aku bergegas ke kamar untuk mengambil jaket dan kunci motor. "ayo bu..."ajak ku.maya tampak heran menatapku.dan mengabaikan ucapanku. "ayooolahhh bu..."pintaku lagi seolah sudah habis cara untuk aku meluluhkannya. "tak usah,aku berangkat sendiri saja..."jawabnya dengan sinis.maya tampak beranjak dari duduk nya dan terlihat ingin berlalu meninggalkanku.aku segera menarik tangan nya dan membuat tubuh nya berada di pelukanku.dia tampak berontak namun aku cengkram erat pinggang nya.hingga tubuh nya mulai menempel di tubuhku. "apa apaan sih,lepas...aku kesiangan...!!!lepaskan tang...."tanpa berpikir panjang lagi segera ku cium bibir nya."mmmmhhh lepasss...!!!"sekali hentakan dia bisa melepaskankn bibir nya dariku namun aku tak mau kalah ku raih kembali bibir nya dengan bibir ku.dalam berontaknya aku tak melepaskan pagutanku tubuh nya makin erat ku genggam.aku terus membuai nya dengan ciuman kasar dariku.lama bibir kita saling terpagut,semakin besar penolakannya semakin brutal aku melahap bibirnya,berharap hati nya tergugah dan memaafkanku. aku merasakan tolakannya mulai terhenti,tangannya yang tadi meronta dengan buas kini tampak mencengkram punggungku,dia tampak pasrah dan menikmati nya segera ku lepaskan bibir ku dari bibir nya,matanya tampak terpejam.segera aku jatuhkan kepalanya di dadaku ku peluk erat dia seakan tak ingin kulepaskan.tak lama ku dengar dia terisak,ku angkat wajah nya yang tadi menyusup di dadaku.air mata nya terurai,aku menatapnya dalam dalam.pandangan kami pun bertemu. "ibu maafin aku kan..."??tanyaku sambil ku sentuh pipinya dengan lembut.dia hanya mengangguk kecil.segera ku kecup kening nya.lalu memeluk nya kembali.dia membalas pelukanku lebih erat lagi.dan memintaku untuk berjanji tak mengulanginya lagi..
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN