samar

937 Kata
pov:maya 6 tahun sudah sejak kejadian itu terjadi.sekarang kim sudah berusia 9 tahun,dia sudah cukup dewasa dan mandiri dalam usia nya yang masih terbilang anak anak.mungkin karna dia terbiasa di tinggal ibu nya bekerja. ternyata tak ada yang berubah menjadi baik setelah hari itu.awal nya mungkin aku berpikir akhir nya semua kembali menuju alur nya lagi,namun nyata nya alurnya memang sudah rusak hingga aku merasa samar akan sebuah akhir yang baik.pertengkaran pertengkaran menjadi lebih sering terjadi.aku lebih senang menghabiskan waktuku di luar bergaul dengan teman teman kerjaku,walau terkadang kesalahpahaman selalu terjadi,ryan selalu menganggapku berselingkuh di belakangnya karna ingin membalas sakit hati ku pada nya dulu,itu yang selalu berada di pikirannya.namun nyata nya aku masih berteman dengan batas yang wajar.meskipun aku akui kadang ada laki laki lain yang tiba tiba memberi perhatian lebih padaku.tak jarang ryan bersikap kasar bahkan tak segan menampar atau mendorong ku tak kala ada telpon atau pesan masuk di ponsel ku.itu yang selalu membuatku merasa muak padanya. akhir akhir ini ryan mengeluh selalu merasa pusing padaku.bahkan sudah hmpir 1 minggu dia tidak mencari uang.hari itu seseorang di kampung sedang membangun sebuah rumah dan meminta ryan untuk bekerja membantu nya.namun ryan menolak nya dengan alasan dia tengah sakit.setelah kepergian tetangga itu aku yang tadi mendengar percakapan mereka segera menghampirinya. "bi kenapa kamu tolak tawaran nya?sebentar lagi kim naik ke kelas 4.harus banyak persiapan.belum buku bukunya,seragam dan sepatu juga sudah harus di ganti.kasian..."ungkapku.aku merasa sedikit kesal.karna di pikir pikir kebutuhan rumah tangga saja aku yang penuhi.sementara ryan hanya sesekali menambahi itupun sedikit. "aku sakit bu.pusinggg... !!!"jawab nya enteng. "badan kamu saja kelihatan sehat.bisa kesana kemari.ya kalau pusing di obat dong.pergi ke doker atau ke puskesmas..."saranku,namun dia seolah menghindari ku. "aku sudah lelah bu kerja berat berat kaya gitu.napasku sudah ngos ngosan..."elak nya lagi dengan beribu alasan. "kerja berat lelah,ngojek malem ngantuk.giliran di suruh bantuin istri minimal nyuci ga mau.kerjanya apa..."gerutuku dengan judes sambil meninggalkan nya. "ya kalau sudah sehat bisa ko ngojeg lagi.laki sedang sakit bukan nya di obatin malah di suruh kerja.istri macam apa bukan nya ngurus suami malah hobinya maen trus keluyuran.apa kata orang..."pancing nya.membuat langkahku terhenti dan berbalik memandangnya. "maksud kamu aku keluyuran gitu.kalau aku ga keluyuran di rumah ada nasi ga?...keperluan kim di penuhi ga?...aku itu keluyuran ya cari uang.bila aku keluyuran di luar jam kerjaku.itu tanda nya aku sudah muak berada di rumah..."aku kembali melangkahkan kaki ku meninggalkan nya.ku dengar berkali kali dia mengoceh tanpa henti.aku mencoba tak melawan nya,walau rasa nya ingin sekali aku menyangkal semua tudingan tudingan nya padaku... minggu ke minggu aku merasakan perubahan pada pisik suamiku.badannya yang gagah dan tegap lambat laun mulai menghilang.tubuh nya mulai kurus dan tampak menua.sesekali aku sering merasa bersalah karna mungkin perubahannya itu karna aku yang mulai cuek padanya namun ketika ku ungkapkan rasa bersalahku dia hanya akan berkata kalau dia sudah beranjak tua.sesekali dia juga ngojeg ke pangkalan walau sekarang durasi nya di kurangi kadang hanya seminggu 3x itu pun dia sudah tidak ngojok lagi malam malam.aku pun sudah mulai ikhlas bekerja untuk keluargaku walaupun tak ku pungkiri aku sering merasa kesal padanya bila mana datang rasa iri ku akan wanita wanita lain yang di nafkahi suaminya.namun watak ryan tetap tidak berubah dia tetap selalu menuduhku bermain curang di belakangnya. "may,baru pulang kerja...?"tiba tiba suara tetanggaku yang biasa ku panggil teh tita mengejutkan lamunanku tatkala kami berpapasan di jalan menuju pulang ke rumah. "iya teh,mau kemana???"tanyaku basa basi. "ke warung.oh iya ayahnya kim kaki nya udah keliatan bengkak lagi ??sakit apa ya..?perasaan kaya sering terjadi..."tanya nya. "iya,jarang ko teh.ga tau tuh sakit apa.mungkin karna cuaca,nanti juga kempes lagi teh"...jawabku sambil tersenyum. "di periksa ke dokter biar ketahuan sakitnya apa..."saran nya. "udah ke puskesmas,katanya sih mungkin karna keseringan ngojek malem..."jawabku lalu aku segera berpamitan,karna memang aku sudah merasa lelah. "duluan teh,sudah sore.kim nungguin di rumah..."ucapku sambil berjalan meninggalkan nya.teh tita tersenyum sambil kembali berjalan ke warung. seaampai nya di rumah ku dapati ryan tengah duduk santai sambil menonton tv,setelah ku ucapkan salam ku dekati dia dan ku pegang kakinya yang memang terlihat bengkak. "sakit ga bi...?"tanyaku.ryan sedikit terkejut.mungkin karna aku yang tiba tiba menyentuhnya. "engga ko,besok juga kempis dengan sendirinya.o ya bu,tdi nitip beliin obat gatel ga lupa kan...??"tanya nya.aku segera mengeluarkan obat dari kantong kerjaku "ya engga lah bi,aku ga lupa..."aku memberikan obat itu padanya.lalu bergegas membersihkan diriku... malam itu ketika aku tengah terlelap tiba tiba aku di kejutkan oleh suara rintihan ryan dari luar.ku lihat jam dinding menunjukan pukul 11 malam.aku segera keluar dan mendapati ryan tengah kesakitan.napas nya seperti tidak teratur dan dia mengeluh di pinggang nya sakit sekali. "bu...susah napas.sesek bu..."ucap nya terlihat mengatur napas nya.namun tampak kesulitan.aku merasa panik dan segera berlari ke rumah ibu untuk meminta bantuan.bapa dan ibu segera berlari membantuku. "air hangat may,bawa air hangat..."ucap bapa ketika melihat keadaan ryan secara langsung.aku bergegas mengambilkan nya air dan meminumkan nya.namun keadaan nya sama sekali tak berubah.ryan malah tampak terlihat lemas. "bapa ini gimana ini...???"ucapku sambil tak henti menangis.sementara ryan seolah tak sadar,karna berkali kali ku panggilpun dia tak menjawab.meskipun dia tampak sadar. "kita bawa ke rumah sakit.kamu tlpn si bule cepat.biar sekalian dia supirin..."aku segera mengambil ponselku dan memanggil si bule.sambil menunggu kedatangan bule aku kemas barang kami seadanya.karna keadaan yang sudah malam takut bila memang harus di rawat inap.tak lama bule datang dengan ridwan dan istri nya.kebetulan lina istri ridwan adalah teman kerjaku,yang sengaja aku ajak 3 tahun yang lalu.ryan segera kami naikan ke mobil. "ibu di rumah saja jaga kim.kasian dia.biar nanti setelah ryan mendapatkan ruangan bapa aku suruh pulang sama bule.ada ridwan dan lina yang akan menemaniku di sana..."pintaku pada ibu yang tampak terlihat cemas. "kabari ibu segera may..."ucap nya.aku segera mengangguk
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN