pagi itu bagai petir menyambar tubuhku ketika hasil lab ryan di sampai kan dokter.mau tidak mau aku harus menerima kenyataan nya.berulang kali aku memastikan siapa tau pendengaranku salah namun sekali lagi yang ku dengar adalah pernyataan yang sama.aku berjalan menuju ke ruangan tempat ryan di rawat dengan lemas.entah dimana pikiranku dan jiwaku berada yang aku sadari aku seperti berjalan tak menapak.aku berharap ini hanya mimpi dan sebentar lagi aku akan segera terbangun.tapi kenapa ini terlalu lama,tak adakah yang membangunkan ku dari mimpi buruk ini.sesampai nya di ruangan segera ku hampiri ryan dengan ribuan sesak di dadaku.dia tengah tengah tertidur lelap karna mungkin dia kelelahan karna semalaman hampir tak tidur.ku pandang wajah nya yang tampak kurus dan keriput.kulit putih dan ketampanan nya seakan sirna.raut na tak lagi seperti dulu kulit nya tampak menggelap dan kurus.dan aku baru sadari itu mungkin karna sudah terlalu lama aku berhenti memuja nya.
"bagaimana may hasil nya??tiba tiba suara lina mengejutkanku dari belakang.aku menghela napasku dan mencoba bersikap tegar.rupa nya suara lina juga mengejutkan ryan yang tengah tertidur.ryan segera terduduk.
"sudah kembali bu??bagaimana hasil nya? kapan bisa pulang??..."sambung ryan.aku menoleh ke arah ryan.tak kuasa rasa nya untuk memberitahunya.namun bagaimanapun ryan memang di wajibkan tahu karna dia harus segera di tindak siang nanti...
sekali lagi aku tarik napasku.aku ambil bangku dan duduk di samping ranjang nya.sementara lina mematung di belakangku berharap aku segera mengucapkan sesuatu.aku pegang tangan ryan dengan ke dua tanganku.
"kamu kena gagal ginjal kronik bi,dan siang ini kamu harus segera cuci darah...."ucap ku sambil ku tundukan wajahku.aku takut melihat raut wajah nya.lama aku tak mendengar apa apa,hanya ucapan istigfar yang pelan dari mulut lina itu pun dengan pelan mungkin karna lina pun terkejut mendengar nya.
"apa aku harus cuci darah bu..."tanyanya tampak tenang.aku hanya menganggukan kepalaku dan tak kuasa mengangkat wajahku.tiba tiba tangan ryan yang lain memegang tanganku.
"kamu takut bu...?"tanya nya.aku kembali mengangguk.air mataku menetes.namun berusaha aku sembunyikan.
"maafkan aku..."ucap nya lagi.membuat aku semakin sakit.aku mengangkat wajahku dan memandang wajah nya.ku lepaskan genggaman tangan nya.ku sentuh lembut pipinya yang tirus.
"aku akan berusaha semampu ku bi,walaupun aku takut tapi kamu bisa pastikan aku pasti kuat.kamu sembuh lagi bi,sehat lagi..."ucapku mencoba terlihat tegar.ryan hanya tersenyum.wajah nya tampak tak memperlihatkan keterkejutan sama sekali.
"bila memang kamu takut,pejamkan matamu bila aku terlihat kesakitan,tutup telingamu jika aku terdengar merintih menahan nyeri.tp tetap di sampingku jangan lepaskn tanganmu tak peduli apapun yang terjadi.tetaplah berdiri di sampingku.aku berjanji akan perbaiki sikapku padamu.maafkan aku bu..."ucap nya,meluluh lantakan semua puing di hatiku.
"maafkan aku membebanimu bu.aku tak perlu kamu obati,bisa hidup dan mati bersama kamu di sampingku.itu sudah cukup.jangan terbebani olehku..."ryan tampak menunduk aku tau kedukaan yang sedang dia rasakan.
"kita berjuang bersama bi,biar aku yang berjuang mati matian untuk mengobatimu,dan kamu hanya harus berjuang bertahan hidup untuk kami,untuk kim.berjanjilah kamu tak akan lelah dan berputus asa walau seberapa menyakitkan nya kamu harus cuci darah dan pengobatan lain nya seumur hidup mu.berjanjilahh ...."pintaku pada ryan,namun sekarang gantian ryan yang hanya menunduk tak menjawab.
"kamu tak usah khawatir akan biaya,sekarang ada bpjs.biaya di tanggung pemerintah tinggal kita kumpulkan uang buat bekal nya saja.itu ringan bi...kamu hanya harus ikuti prosedur dan saran dokter.banyak ko yang bisa hidup dengan normal kembali bi.kamu bisa janji kan!!!..."ryan mengangkat kepalanya lalu tersenyum.
"aku janji bu,aku akan berusaha sembuh dan sehat kembali.akan ku pastikan aku dan kamu menua bersama.kamu tak usah khwatir.kalian sama sekali tak akan aku tinggalkan..."ucap nya.dia berusaha tertawa walaupun terlihat di paksakan.
"nanti siang kamu cuci darah bi.kita sekalian konsultasi sama dokter.karna aku sendiri masih awam dan tak tahu apa apa tentang penyakit ini..."ryan mengangguk pelan.
4 hari lama nya ryan di rawat di sini.hari ini dokter sudah mempersilahkan dia untuk pulang.namun 3 hri kemudian kami sudah harus kesini lagi karna ryan harus kembali cuci darah.mulai sekarang ini jadi rutinitas ryan yang harus dia jalani seumur hidup nya.
setibanya di rumah ryan langsung beristirahat sementara aku segera menemui ibu yang sengaja memanggilku ke dapur.
"ada apa bu...?"tanyaku aku tau tersirat ke khawatiran di raut wajah nya.
"ini nak,ambilah buat pegangan.kamu jual ya..."ucap ibu sambil menyerahkan 2 gelang beserta surat nya.aku ingin sekali menolak nya,namun aku sadari buat saat ini aku sangat membutuhkan nya.
"maaf bu..."aku mengambil apa yang ibu berikan.ibu memeluk ku hangat.
"jangan nangis,kamu kuat nak..."berkali kali ibu menepuk pundakku dia antara peluk nya.air mataku malah semakin tak terbendung.
"aku janji akan segera menggantinya bu..."
"sudahlahh nak.pake saja.kamu lebih butuh ini sekarang "ucap ibu menenangkanku.
"aku bingung bu,aku sudah bertekad untuk maju.tak peduli seperti apapun rintangan di depanku,akan ku perjuangan kesehatan nya.akan ku pertahankan.tapi bagaimana ??dari mana aku mampu menanggung biaya nya?"...ungkapku.
"sudah sudah.nanti kedengaran ryan.kasiaan ...jangan sampai dia merasa dia beban untuk mu..."ucap ibu menghiburku.aku mengusap air mataku.
"terimakasih bu.aku janji akan mengganti nya suatu hari nanti.aku minta maaf bila aku lebih merepotkanmu akhir akhir ini.jaga kim untuk ku bu.aku akan bekerja keras untuk mereka..."ibu kembali mengusap lenganku.
"jangan pedulikan kim.biar saja semua kebutuhan nya ibu sama bapa yang tanggung.kamu fokus saja sama kesehatan suami mu.ikhlas nakk,,,semoga ujian ini menjadi ladang pahala untukmu..."aku menganggukannya.ibu segera pergi meninggalkan ku setelah mendengar suara teman teman nya yang hendak menjenguk ryan mengucap salam.dia memintaku untuk beristirahat saja,biar semua tamu yang berkunjung dia yang layani.aku tertegun sendirian di dapur setelah ibu pergi,rasa sesak di dadaku masih seperti kemarin.aku membayangkan hal hal buruk yang berkemungkinan akan terjadi kedepan nya.aku termenung ketika mengingat betapa akhir akhir ini aku mengabaikan nya dan menyepelekan sakit yang dia keluhkan,ku pukul dadaku berkali kali,aku segera menepis nya,ku pupuk semangat di hatiku untuk semakin bekerja keras.aku ikhlas dengan apa yang akan terjadi kedepan nya.yang aku tau aku hanya akan berusaha dan terus berusaha....