kondisi ryan semakin hari semakin terlihat lemah.tapi dia tak tampak menunjukan nya.dia masih sering membantuku di rumah,menyapu ataupun mencuci piring bekas makan nya.aku sudah melarang nya namun dia berkata dia akan bosan bila diam saja di rumah.seminggu sekali kita rutin kontrol dan cuci darah.ryan tak lagi kasar dan tak lagi menyudutkanku bila aku seharian di luar.karna dia tahu sekarang aku bekerja hanya untuk nya.sementra untuk urusan kim dan makan bapa menanggung nya.namun ryan menjadi lebih pendiam,dia mulai jarang bicara dan sering bengong sendirian.
sore itu aku melihat nya tampak asyik menatap langit di jendela kamar.aku tak tau apa yang dia bayangkan.lama aku memandanginya namun dia sama sekali tak mengalihkan pandangannya kemana pun.
"apa yang sedang kamu pikirkan bi...?"tanya ku mengejutkan semua lamunannya.dia hanya tersenyum.seolah olah ada yang dia pikirkan.
"apa kabar ibu dan ayahku ya bu...?"tanya nya,membuatku tersentak.karna selama aku mengenal nya baru kali ini dia memikirkan orang tua nya yang sudah dia kubur dalam dalam di hatinya...
"kamu merindukan nya...?"tanyaku.ryan hanya menggeleng dan tersenyum.namun matanya tampak berkaca kaca.aku tahu dia sangat merindukan mereka.dia tampak menarik napas nya sebelum berbicara...
"aku ingin meminta maaf dan berterimakasih kepada mereka.karna mereka aku ada di dunia ini dan menjalani hidup istimewaku seperti ini.aku hanya akan meminta maaf. aku bersyukur dan tak pernah menyesal dengan pilihan yang aku pilih.aku ingin bertemu mereka sekali saja sebelum aku merasa teramat lelah dan ingin kembali ke pencipta ku..."aku mengusap air mataku yang hampir menetes.aku tak ingin ryan melihatku bersedih dengan keadaan nya.
"jangan ngomong ngawur bi,aku ga akan biarkan kamu lelah.aku adalah vitamin untuk mu.selama kamu melihatku kuat dan tersenyum itu obat untuk rasa lelah mu..."ryan menatap ku dalam.senyum nya terasa hangat dan lembut.
"iya bu,kamu vitamin untuk ku.selama kamu bersemangat itu akan jadi motivasi untuk ku.bila kamu sudah lelah mari kita menyerah bersama..."ryan menggenggam tanganku.
"siapa yang akan menyerah..? lihat saja nanti siapa yang akan lebih bersemangat..."aku membalasnya dengan tertawa kecil.membuat senyum nya semakin lebar.
"aku akan kekota, sehabis kamu cuci darah minggu ini.ka anin menawarkan bantuan untuk ku.ada yang harus aku bawa di sana.karna ka anin tak bisa kesini.kamu tak apa apa kan bila aku tinggal semalam...?"tanyaku...
"kamu pinjam uang bu...?"ryan malah balik bertanya.
"aku kan pernah tinggal disana.ibu ibu majelis ta'lim memberi ka anin uang sumbangan untuk di sampaikan kepada kita..."jelas ku,mencari alasan yang masuk akal.karna sebenar nya aku memang yang sengaja meminjam uang pada kak anin.
"kenapa ga tranfer saja.kamu cape nanti..."ucapnya membuatku kesulitan menjawab.
"aku hanya ingin berterima kasih secara langsung.sekalian ngambil obat herbal yang di tawarkan temanku di sana.ya kali saja ada keajaiban bi..."
"baik lah,tapi kamu jangan sampai kecapean ya.aku ga mau kamu juga ikut sakit "aku mengacungkan jempol ku dan tersenyum pada nya."siapppp...!!!"ucapku...
setelah kontrol ryan minggu ini aku segera berangkat ke kota,ku titipkan ryan pada kim dan ibu.sebenarnya tujuanku hanya ingin menemui kedua orang tua ryan.aku tak peduli bila nanti akhir nya aku akan di caci oleh mereka.aku ingin menyampaikan keinginan ryan agar aku tak menyesal seumur hidupku.segera aku datangi teman dekat ryan dulu yang kini sudah memiliki toko elektronik.agak sulit aku menemukan nya karna mungkin suasana juga sudah berbeda dari sejak aku tinggalkan kota ini yang hampir 10 tahun lalu.dari nya aku dapati alamat rumah ryan yang kini hanya di tinggali oleh adik dan anak istrinya.aku berharap bila aku berkunjung kesana aku akan mendapatkan alamat rumah orang tua ryan.
dengan berbekal alamat yang di beri teman dekat ryan aku memberanikan diri mengunjungi nya.setelah memencet bel berkali kali seorang wanita cantik membuka kan pintu untuk ku.
"mau cari siapa mbak...?"tanyanya tampak sopan.
"saya mau cari andre,benar ini rumah nya...?"tanyaku...
"iya benar mbak.mbak siapa ya...?"dia tampak keheranan.aku segera mengulurkan tanganku.
"maya...saya maya istrinya ryan..."dia membalas menjabat tanganku walau tampak masih kebingungan.
"mayaaa....???"dia seolah berpikir.
"siapa sayang ???"tiba tiba terdengar suara dari dalam.seorang pria dengan perawakan mirip ryan dulu menghampiriku.dia memandangku dengan keheranan.
"katanya maya istrinya ryan...."balas wanita itu.aku tersenyum dan mengulurkan tanganku andre membalasnya dengan mata berbinar dan berkaca kaca.
"mana kakak mbak,syukurlah akhir nya kalian kesini.apakah dia bersembunyi untuk mengejutkanku..."andre tampak antusias,mata nya seolah mencari sesuatu berharap dia dapat menemukan kakak nya di belakang nya.
"aku datang sendiri,dan ada yang mau aku bicarakan "ucapku dengan tenang.andre tampak terlihat keheranan dia segera menyuruhku masuk dan meminta monik istrinya untuk memberiku air dan beberapa cemilan untuk ku.segera setelah memberiku minuman monik meminta izin untuk meninggalkan kami berdua.karna dia hendak menjemput anak nya yang masih bersekolah di tk.dia seolah memberi kami ruang untuk berbicara.
"aku sempat mencari kalian,setahun setelah aku dengar kalian menikah.namun aku sama sekali tak menemukan kalian.ayah jatuh sakit mungkin karna merindukan ryan waktu itu..."ungkap andre...
"sebenar nya aku kesini ingin bertemu ayah dan ibu.namun kata orang sekarang ibu dan ayah sudah tidak tinggal di sini..."ucap ku...
"ibu dan ayah sudah pindah hampir 6 tahun lalu semenjak aku menikah.mereka sekarang tinggal di batam,mengurus toko kami di sana.apakah ada yang terjadi pada ryan..."tanya nya.
"ryan sakit.ginjal nya sudah rusak dan tiap minggu dia cuci darah..."andre tampak terkejut.
"bagaimana keadaannya sekarang mbak..."tanya nya dengan terkaget kaget.
"keadaan nya baik.hanya saja aku merasa dia sudah berputus asa dengan keadaan nya walaupun dia tak menunjukannya di depanku.pernah satu malam dia mengigau dan memanggil ibu nya.dan beberapa hari yang lalu dia mengungkapkan kerinduannya..."mata andre tampak berlinang begitupun denganku.
"ya tuhan kakak..."andre menundukan wajah nya.
aku menyodorkan kertas berisi no hp milik ryan.
"tolong berikan ini untuk ayah dan ibu.semoga ayah dan ibu bisa menghubungi ryan segera.bisa saja aku meminta no nya pada mu.tapi aku bingung bagai mana memberikan nya pada ryan.dia akan merasa enggan menelpon nya karna merasa sudah di buang..."andre menerima kertas itu.
"aku pamit andre,atas nama ryan aku meminta maaf pada kalian,maafkan aku juga.terimakasih..."ucapku sambil beranjak dari duduk ku.
"tunggu mbak tunggu..."andre tampak masuk ke ruangan lain.sementara aku menunggu nya di luar.tak lama ia kembali dengan 3 gepok uang 50 ribuan.dia memberikan nya pada ku.
"ini mbak,siapa tau bisa membantu,bila mbak merasa kekurangan datanglah kesini mbak..."aku menolak nya dan menyerahkan nya kembali.
"tidak andre,aku kesini bukan untuk mengiba mengharap bantuan darimu.ambillah kembali.aku tak ada niat untuk membebani siapa siapa..."tolakku.sekali lagi andre memaksaku untuk menerima nya...
"ini hak dia,hak kakakku.aku hanya mengembalikan nya sedikit saja.tolong mbak terima.jangan bilang ini dari saya mbak.mbak simpan saja buat keperluan nya..."pinta andre.
"tp andre...."
"sudah mbak terima,saya mohon mbak..."pinta andre.aku pun menerima uang pemberian andre dengan tak enak hati.segera aku berpamitan pulang pada nya...