pov:ryan
sore itu hp ku berbunyi beberapa kali.setelah ku lihat no tak di kenal tercantum disana,aku enggan mengangkatnya.rasanya malas saja melayani orang orang iseng yang tak ada kerjaan.
"bi,hp kamu bunyi trus knapa ga di angkat..."tanya maya,mengejutkan ku.aku melihat nya melirik layar hpku.
"no nya ga di kenal bu,malas ngobrol.paling orang kurang kerjaan..."jawab ku sambil trus menonton tv.
"angkat aja dulu,siapa tau penting.kalo ujung ujung nya ngomong nya ngawur kesana kemari tinggal tutup aja..."aku mengernyitkan kening ku.segera ku sambar hp yang sedari tadi tak henti berbunyi.aku kecilkan volume layar tv.tampak maya berlalu meninggalkan ku...
"hallo...."tanyaku.seseorang di ujung telpon sana tampak diam.
"halloooo..."panggilku lagi.untuk memastikan,dan akan segera menutup tlp nya.namun belum sempat aku tutup suara seseorang bergema mengejutkan ingatanku.
"hallo kak..."suara itu tampak tak asing di telingaku.seolah aku mendengar kembali tawa dan suara adik ku yang dulu selalu bermain denganku.namun aku menepis nya.karna tak mungkin yang ku dengar suaranya.
"mau cari siapa??"tanyaku...
"kak ryan ini aku andre..."aku terdiam tak berani bicara.aku serasa sedang bermimpi.jantungku berdetak begitu kencang.benarkah ini andre adik ku?itu yang sedang aku pikirkan.
"kak ryannnn..."panggil nya lagi,ahh benar benar bibirku kelu.aku bingung apa yang akan aku ucapkan.
"kak ada yang ingin bicara..."belum sempat aku menjawab tiba tiba suara seseorang yang tak asing terdengar kembali.air mataku jatuh begitu saja tampa sempat mendengar perintahku.
"ryan nakkk...sayangg..."wanita itu tampak terisak.aku berusaha mengendalikan emosiku dan bersikap tenang.namun lagi lagi air mataku jatuh begitu saja.
"ibuuu...."sekali lagi akhir nya setelah 10 tahun aku memanggil nya kembali.
"ibuuuu...."tangisku pecah seketika,seumpama dia berada di depanku saat ini.aku ingin memeluk nya dan bersujud di kakinya.
"iya nak ini ibu.apa kabarmu nak...?"tanya nya.
"baik bu,ryan sehat.ibu bagaimana?ayah bagaimana??andre??"tanyaku antusias.
"ibu baik baik saja nak,ayah juga baik baik saja.andre sudah menikah dan mempunyai seorang putra.kamu bagaimana nak???"tanya ibu kembali.
"ryan baik baik saja,ryan juga sudah mempunyai seorang putra.dia tampan sepertiku bu.akan ryan kirim foto nya.jika ibu rindu ryan ibu bisa memandangnya.maka ibu akan dapat kesamaan dalam dirinya..."ungkapku.sekilas aku mendengar ibu tertawa kecil.
"syukurlah nak,tau kah kamu ibu sangat merindukan mu..."ungkap ibu.
"ryan juga rindu bu,sangattt rindu...."aku menghela napasku .
"maafkan ayah mu nak.dia belum bisa menelpon mu.watak nya keras sama seperti mu.tp ibu tahu ayah sangat merindukan mu...."ucap ibu lagi.
"ryan mengerti bu,karna seharusnya memang ryan yang menelpon nya terlebih dahulu.ryan terlalu takut untuk.menghubunginya..."
"iya nak,telpon lah ayah mu kapan saja.maaf ibu tak bisa lama lama berbincang denganmu.ada yang segera harus ibu kerjakan..."
"iya bu,terimakasih banyak bu..."lama ibu terdiam.sampai akhir nya ku dengar dia terisak kembali.
"jaga kesehatan mu nak,jaga kesehatan mu..."ucap ibu.
"iya bu..."tak lama telpon pun tertutup begitu saja.aku menghela napasku.rasa nya begitu lega ku rasakan.di balik pintu dapur ternyata maya tengah memandangku.air mata bahagia turun dar mata indah nya.aku tersenyum dan mengulurkan tanganku.dengan cepat maya berjalan ke arah ku.aku memeluk nya erat sekali.
"terimakasih sayang.terimakasih...terimakasih karna telah menjadi kehidupan ku.entah bagaimana cara nya no ku sampai ke tangan mereka .tp aku yakin semua itu usaha mu..."ucapku,sambil kudekap erat tubuh nya.
"aku tak melakukan apa apa,cinta dan rindu mu yang besar,doa doa mu yang selalu kamu panjatkan membuat apa yang kamu inginkan terkabul.aku hanya jalan untuk mu..."ucap nya menggetarkan hatiku.aku kecup kening nya
"semoga aku terus sehat,aku akan membalas budi mu dengan terus berada di samping mu.akan ku temui langsung orang tuaku,akan aku bawa kamu,kim...kita semua pergi ke sana...."ucapku,maya hanya tersenyum dan kembali menyusup ke pelukan ku.
hidup ini adalah perjalanan untuk ku yang begitu rumit,tapi semua ini mengajarkanku untuk selalu ikhlas,selalu berpegang teguh pada keyakinan ku.aku akan terus berjuang.seperti pinta maya yang tak henti memintaku untuk tidak merasa lelah.aku akan bertahan sampai maya benar benar lelah mengurusku.akan ku hargai semua perjuangan nya tak akan aku patah kan semangat nya untuk mempertahanku.
sebenernya aku sudah mulai lelah dengan keharusanku untuk terus cuci darah.namun semua itu sudah menjadi keharusanku agar aku terus bisa bertahan hidup.aku di wajibkan untuk selalu cuci darah seminggu 2x setiap hari senin dan kamis.dan hari minggu adalah hari yang berat untuk ku.seluruh badanku ku rasakan lemas.seolah olah kematian sedang mengintai berada di dekatku.bila hari minggu datang jangankan untuk beraktipitas berjalan jalan kecil di halaman rumah.untuk duduk pun rasa nya aku tak mampu.
hari ini di hari minggu aku merasakan kegelisan yang teramat dalam.kebetulan hari ini maya libur bekerja dan dia benar benar berada di rumah.begitu juga kim yang libur sekolah.
"bu,..."panggilku,ketika dia tak sengaja lewat di depan ku ketika hendak membawa sesuatu ke kamar,sperti biasa ia tersenyum manis menenangkan seluruh jiwaku.
"duduk sini bentarr..."pintaku sambil ku tepuk pinggir ranjang tempatku berbaring.dia segera duduk dan memandangku.aku menggenggam tangan nya.
"jangan kenang aku dengan keadaan yang sperti ini ya,kenang aku ketika sehat.ketika badanku masih bugar dan gagah.kamu ingat bagaimana aku tampan nya dulu?persis kim sekarang..."tuturku,sambil mencoba tersenyum.
"ngomong apa sih??abi itu tetap abi yang dulu,ga ada yang berubah.tetep gagah.kim mh kalah bi..."ucap maya.aku segera memeluknya.
"maafin aku bu.kamu pasti lelah?..."ucapku,menatap nya dalam dalam.dia tersenyum kembali sambil memegang punggung tanganku yang sedang menggenggam erat tangannya yang lain.
"iya,abi ga usah khawatir.aku baik baik saja.kata siapa lelah.yaudah abi tunggu ya di rumah.aku mau beli bubur.kebetulan tukang bubur di depan tutup bi.aku mau nyari keliling keliling..."maya tampak berdiri.
"iya,hati hati di jalan nya ya.kalo ga nemu pulang lagi aja.bikin bubur di rumah aja..."maya pun mengangguk lalu pergi meninggalkanku