pov:ryan
aku berjalan di bawah rintik hujan,mencari tempat untukku berteduh dan bermalam malam ini.hanya kaos oblong dan celana jeans ku yang menempel di badan.aku segera menepikan diri ku.ku rogoh kantung celana ku.di dalam dompet ada uang tunai yang isi nya masih lumayan.dan juga beberapa kartu atm yang isi nya lumayan juga.mungkim untuk sekedar hidup beberapa bulan,biaya menikah dan modal usaha akan cukup bila aku bisa mengatur nya dengan baik.sebelum aku pergi ke satu tujuan terlebih dahulu aku mengunjungi teman dekatku.meminta beberapa baju dan celana yang susah tdk dia pakai sebagai ganti.beruntunglah temanku juga termasuk orang berada,dia memberikan ku beberapa baju dan celana yang masih layak pakai. sebenarnya dia meminta ku untuk menginap karna malam yang tlah larut.namun aku menolak nya karna aku hendak pergi ke suatu tempat.aku berniat mondok beberapa minggu di satu pesantren yang sudah aku pilih,aku ingin mengucap 2 kalimat sahadat ku di sana.belajar sedikit2 tentang keyakinanku yang baru.serta ingin menunaikan keinginanku untuk bersunat...
3 minggu kemudian aku memutuskan untuk pulang.aku merasa menjadi orang baru yang terlahir kembali.akan ku lanjutkan belajarku lewat gadget karna tak mungkin aku berlama lama di sana.sementara aku harus memulai kehidupan baru'ku.sesampai nya di kota aku mencari kontrakan untuk tempat ku tinggal.tempat nya memang kecil namun nyaman untuk di tinggali.aku juga memebeli baju baju dari grosir pakaian untuk modal'ku berjualan rencananya akan aku jajakkan keliling kota.atau bila memungkin kan,aku akan menjual nya di tempat tempat yang ramai di kunjungi orang.
sore ini ku tunggu maya di depan toko nya.aku tau hari ini dia kerja sip pagi.maka setelah aku selesai membereskan kontrakan ku aku segera bergegas. setelah menunggu cukup lama aku melihat nya keluar dari toko,wajah sederhana nya tampak lusuh,rasa lelah terlihat di wajah nya.namun bagi ku dia mahluk sempurna yang tuhan ciptakan.dia benar benar tak menyadari kehadiran ku.dia melewati ku begitu saja.
aku pun segera mengikutinya dan menepuk pundak nya.
"hei... "ucap ku.seperti perkiraanku dia tampak terkejut.namun setelah menoleh kulihat rona wajah nya yang tampak bahagia.segera ku genggam tangan nya sambil berjalan.
"kamu benar benar mengejutkan ku... "ucap nya sambil terlihat sesekali melirik ku.
"aku rindu... "ucapku.dia malah tertawa kecil.tanpa menjawab apapun
"kamu ga rindu... "???tanyaku. dia kembali tertawa.
" kamu tampak berbeda dari biasa nya?? "tanya nya.aku mengusap rambutku.
"lebih tampan ya,aku memotong rambutku... "ucap ku.dia tampak memandangi rambutku lalu ikut mengelusnya.
"aku baru sadar kamu potong rambut... kamu tampak lebih segar tak seperti waktu terakhir ketemu... "ucapnya membuatku ingin mencubit kedua pipi nya.
"saking rindu nya tadi hampir saja aku memeluk mu.tp aku tahan.nanti saja di kontrakan... "dia tampak mencubit perutku.
"iihhh... "ucap nya sambil berjalan meninggalkanku.aku segera mengikutinya.
"jangan dulu pulang,kita makan dulu.ada banyak yang ingin aku bicarakan... "ucapku.
"oh ya ada kedai yang baru buka.katanya makanan nya enak enak.masih promo...kita kesana aja ya... "ucap nya tampak bersemangat."terserah kamu saja cantik.."aku mencubit hidung nya gemas.pipi nya tampak merona.kembali ku genggam tangan nya.sambil kembali berjalan menuju ke kedai...
lama aku bercerita dengan nya sambil menunggu pesanan kami datang.dari awal mula aku meminta izin pada orang tua ku.sampai akhir nya aku di usir dan tak di anggap anak lagi.sampai akhir nya aku pergi mondok hingga aku jadi mualaf. dia sempat menangis dan meminta maaf padaku karna dia merasa semua yang terjadi padaku adalah karna kehadiran nya.namun sekali lagi aku ucapkan padanya aku memilih keputusan ini sudah bulat dan keinginan dari hatiku.terlebih ada atau tidak adanya dia aku tetap pada keputusanku. seketika dia tertawa terbahak bahak ktika aku ceritakan pengalaman ku sunat.tentang bagaimana rasa nya,sampai aku goda dia apakah mau melihat nya.aku sengaja menceritakan kejadian itu agar dia tidak begitu berlarut larut dalam rasa bersalah nya.
seusai santapan kita habis,aku segera mengajak nya ke kontrakan ku.tak lupa kami membeli sedikit barang kebutuhan ku.kontrakan nya memang belum terisi.hnya ada kasur dan lemari yang sengaja di sediakan si pemilik.kata si pemilik kasur dan lemari itu bekas pengontrak terdahulu dan tak pernah di bawa lagi.walaupun tampak sudah lusuh tapi lumayan untukku yang sekarang hidup seadanya.aku harus benar benar mengirit keuanganku.
saat pintu kontrakan tertutup aku segera memeluk maya dari belakang.rasanya rindu sekali pada nya.ku hirup dalam dalam aroma farfum nya yang tetap terasa wangi walau sudah bercampur keringat.
" aku kangen banget mayy... "ucapku.tak ingin melepaskan pelukanku.maya segera melepaskan pelukan ku dia segera berbalik menghadapku lalu membalas memeluk tubuhku.
"terimakasih yan,terimakasih karna sudah sangat mencintai ku..."balas maya lirih.aku segera mengecup kening nya.ku tatap dalam dalam matanya lalu kubenamkan lagi tubuh mungilnya itu dalam pelukanku.
"aku tak menyangka bisa sampai sejauh ini.ternyata mencintai seseorang itu seperti ini....kapan harus ku temui bapak mu.aku ingin segera menyuntingmu... "ucap ku sambil tetap ku peluk hangat tubuh nya.
"biar nanti aku bicara dulu sama bapa.kalo seandainya bapa mengijinkan kita menikah di rumah ka anin saja.soalnya ktp ku sudah berdomisili di sana... "jawabnya.
"kita sederhana saja nikahnya yang penting halal.kamu mau kan?? "maya tampak menganggukkan kepalanya.aku melepaskan pelukanku kedua tanganku memegang pipi nya yang lembut perlahan lahan mulai ku cium bibir manis nya.baru sebentar bibir kami bertemu dia tampak berontak lalu melepaskan segera ciuman ku.
"ga boleh ryannn... "ucap nya.sambil mengusap bibirnya yang basah dengan air liur ku.
"kenapa??? "ucapku mencoba meraihnya kembali namun cepat cepat ia menghindar.
"kamu itu ibarat buku kosong yang belum di isi.jangan sampai tinta merah menjadi tulisan pertama yang mengisi buku itu.mengertikan..."ucap maya.aku sebenarnya mengerti akan maksud nya.
"tp kita dulu sering ngelakuin itu.malahan kamu juga menikmati... "rengek ku,seolah meminta mentolelir hal yang satu ini.maya malah mencubitku dengan keras.
"di bilangin..."balas nya tampak gemas.dia tampak segera menjauhiku.lalu membereskan semua barang bawaan bawaan kami.kami sengaja tak membeli penanak nasi.karna aku pikir aku akan tinggal sementara di sini.setelah menikah kami memutuskan untuk menempati kontrakan maya.karna di sana suasana nya tampak lebih ramai,kontrakan nya lebih luas dan juga lebih dekat ke tempat kerja maya.maya meminta dia tak akan berhenti bekerja sampai dia memiliki anak.karna menurutnya akan terasa membosankan bila dia hanya duduk menunggu suami nya pulang kerja