pov: maya...
hari ini sengaja aku izin dari tempat kerjaku.orang tua ku sudah dari semalam sudah berada di rumah ka anin.malam sebelum nya aku berbicara dengan bapa di telpon cukup panjang lebar,menceritakan keinginan kami untuk segera menikah.aku juga menceritakan semua hal tentang ryan tak ada yang ku sembunyikan satu hal pun dari nya.awal nya aku ragu bapa akan menerima ryan karna keadaan nya sekarang yang sebatang kara dan tak punya apa apa.malahan bila seandainya terjadi ijab kobul sekalipun dia akan sendirian karna dia benar benar sudah menutup diri dari masa lalu nya.namun ternyata bapa malah merasa bangga,dia begitu yakin ryan adalah orang yang bertanggung jawab dan sangat layak untuk menjadi menantu nya.bapak memutuskan untuk segera menikahkan ku dan datang ke kota ini dengan ibu.bila seandainya aku bisa cepat cepat di nikahkan,kakak laki laki ku akan segera menyusul orang tuaku di sini.
aku dan ryan akhir nya sampai di rumah kak anin.segera ku perkenalkan ryan kepada keluargaku.tampak arman suami dari ka anin bersama mereka.aku dan ryan segera duduk berkumpul diantaranya.ryan tampak malu malu untuk bicara,mungkin dia tegang karna ini kali pertama dia bertemu bapaku. kami semua menunggu nya untuk berbicara...
"begini,pa,ibu,ka arman,ka anin... "ucap ryan tampak tegang.sambil memandang satu persatu keluargaku.mereka hanya tersenyum menunggu ryan melanjutkan ucapan nya.
"bila kalian berkenan,saya minta izin untuk saya melamar putri bapa dan ibu,maya... "ryan menatapku sejenak.
"saya mohon maaf sekali,seharus nya saya datang kesini meminta maya dengan ke dua orang tua saya.namun maya sendiri tahu kalau memang saya sebatang kara.tak ada orang tua atau kerabat..."ryan tampak menelan ludah nya.ia seolah sedang berusaha untuk tidak mengeluarkan air matanya.
"dan saya juga tak bisa menjanjikan banyak. saya bekerja serabutan dan alakadarnya.tapi saya janji,saya akan menjaga putri ayah dengan baik,melindungi nya,masalah keuangan saya akan berusaha dengan giat untuk mencukupi kebutuhan nya...izinkan saya mengambil alih tugas bapa dan ibu dengan menjadi imam nya... "ryan menatap ayah dalam dan penuh arti.bapak tampak diam sejenak.dia tampak kagum akan keberanian ryan yang dengan lantang mengucapkan keinginan nya.
" maya sudah banyak bercerita tentang ryan sama bapa.dan bapa kagum karna maya mengenal laki laki seperti nak ryan. tentu bapa akan izinkan kalian menikah.bapa merasa bersyukur karna maya memilih kamu yang menurut bapa akan mampu mengambil alih tugas bapa untuk menjaga dan membimbing nya.segera persiapkan dan daftarkan surat surat persyaratan menikah kalian. bapa akan lega jika kalian cepat cepat halal.ya kan bu...?? " bapa menatap ke arah ibu.
" iya nak,bila perlu sekarang kalian siapkn semuanya.tak perlu nikah mewah mewah.yang penting halal.kita sekeluarga saja langsung ke kantor urusan agama... "balas ibu.
"iya may,mnding kalian urus cepat cepat.kalo bisa minggu ini kalian sudah menikah.biar ka arman yang bantu kalian..." ucap ka anin.ka arman segera mengiyakan.kami pun mengangguk menuruti apa kata mereka.segera kami urus syarat syarat kami untuk menikah di bantu oleh ka arman yang siap mengantar kami.semua cukup mudah untuk ku karna aku memang berdomisi di tempat kak anin di ktp ku. seminggu kemudian aku resmi jdi istrinya ryan.setelah mengadakan pernikahan sederhana di KUA terdekat.
seperti terburu buru memang namun itu adalah jalan yang lebih baik untuk kami.kami menganggap perjalanan kehidupan kami di mulai hari ini.
aku dan ryan segera kembali ke kontrakan setelah ibu dan bapa serta kakak kakak ku pulang kembali ke kampung halaman.ryan segera mengurus barang barang nya dan pindah ke kontrakanku.tak lama kami membereskan barang barang milik ryan kami pun segera berpamitan pada pemilik kontrakan.sesampai nya di kontrakan ku ryan yang tampak lelah berbaring di tempat tidur.sementara aku segera merapikan baju baju milik ryan.
"sudahlahh may,nanti aja.kamu kan masih ada libur 3 hari lagi..."panggil ryan.aku hanya menoleh sambil tetap ku bereskan barang barang nya.
" mulai sekarang kita belajar jangan manggil nama ya.kan udah nikah.pamali kalo kata bapa,ga sopan...!!! "ucap ku.ryan hanya tersenyum.dia malah menarik tanganku dan menjatuhkan tubuhku di tubuhnya.
"iya sayang, kita sama sama belajar ya. kamu pasti akan sangat sulit... "ucap nya sambil mendekapku erat.
"iya abi sayang... "ucapku menggoda nya.tiba tiba saja ryan menggulingkan tubuhku hingga tubuh kekar nya kini berada di atas tubuhku.dia menatapku dalam.aku berusaha berpaling karna malu.
"kalo di pikir pikir,kita ga ngapa ngapain ya di rumah kak anin.padahal kita sudah halal dari hari kemarin... "ryan terlihat menggodaku. aku menatap nya.sambil tertawa kecil.
"iiihh apa... "ucapku.tiba tiba saja tangan ryan membuka kancing baju bagian atasku.yang kebetulan hari itu aku mengenakan atasan kemeja.aku berontak berusaha menyingkirkan tangan nya dan tubuh nya.
"iihh engga,kita baru sampe.baju aja belum kita ganti.yang ada cuci tangan,mandii..."aku mencoba menghentikan ryan.
"ini kan abi lagi ganti baju kamu.kalo mandi entar saja ya sayang.habis ini. kamu wangi ko... "ucap nya lembut.sambil menghisap tengkuk leherku.aku rasakan darahku berdesir seperti ada sesuatu yang membuat sekujur tubuhku merinding.sampai ia berhasil membuka seluruh kancing baju ku. hingga tampak setengah telanjang tubuh bagian atasku.hanya bra saja yang melindungi nya.dia memaksa membuka baju atasan ku sampai ia lempar sengena nya.tangan nya lembut meraba tubuhku.hingga aku terbuai dan terbawa.hingga akhir nya aku pasrah dan menikmati nya.
"sayanggg... "ucap nya lembut semakin membuat aku bergidik merinding.dia melumat bibir ku,lembut dan penuh gairah.sesekali dia mengerang sesekali juga aku mendesah.sampai akhir nya tak ada lagi satu helai pun benang menutupi kita.aku di buat nya melayang siang itu.dia cumbui seluruh tubuh ku sejengkal demi sejengkal.seolah olah dia adalah kumbang yang sedang menghisap habis sari sari bunga.tak habis aku di buay oleh sentuhan sentuhan lembut nya. sampai akhir nya aku mendesah panjang karna tak kuasa menahan sesuatu yang begitu nikmat ku rasakan,di ikuti erangan yang panjang darinya.dia seperti mendapatkan kelegaan yang tiada tara.kita mengatur napas kita panjang.seolah olah kita sedang berlari maraton dan sekarang sudah sampai garis akhir.dalam peluh nya dia mengecup kening ku.
"sayangg,entar lagi ya... "ucap nya,membuat aku tertawa geli.aku segera menutupi tubuh ku dengan kain seadanya setelah dia beranjak dari tubuhku.
"masih cape ga...? "tanya nya sambil menoleh ke arah ku.
"kenapa...?? "tanya ku.dia segera memaksa tubuhku untuk segera berdiri.
"kita lanjut sambil mandi sayang..."dengan cepat dia meraih tubuhku dan menggendong nya.
"abi engga.aku mandi sendiri... "teriak ku.mencoba memberontak.
"udah diam.abi yang mandiin ya... "entah apa yang merasuki ryan siang itu.dia benar benar melakukan nya lagi di kamar mandi.dan lagi lagi aku menikmati nya.