kehidupan baru

935 Kata
pov:maya. siang itu bapa menelpon ryan di kota karna aku yang sudah merasakan kontraksi dan sudah di rujuk ke rumah bersalin terdekat.tak lupa bapa menyuruh ryan untuk segera bergegas.karna takut ryan takan sempat menungguiku melahirkan seperti keinginan nya.kelahiran nya lebih cepat 2 minggu dari prediksi bidan,tadinya ryan berencana untuk pulang minggu ini.benar saja seperti perkiraan bapak,setelah aku berjuang selama 4 jam,buah hati kami lahir.bayi laki laki yang sehat dan sempurna.begitu tampan seperti ayah nya.aku merasakan kebahagian tiada terhingga,hingga aku melupakan kesakitan kesakitan ku selama berjuang melahirkan nya tadi.satu jam kemudian ryan tiba setelah 5 jam dalam perjalanan.wajah nya yang begitu cemas menghilang seketika ketika dia mendapati di sebelahku ada bayi kecil yang tengah tertidur lelap. aku tersenyum menatap nya segera ia raih tubuh mungil itu dan mencium kening nya.air mata nya menetes sekali lagi ia pandang takjub buah hati nya. "terima kasih tuhan... "ucap nya,tak lama ia memandang ku segera ia cium keningku. "terima kasih sayang.maaff sudah berjuang sendiri... "ucap nya,aku tersenyum dan mengelus pundak nya.kembali ia pandang wajah buah hatinya. "kim bayu arkaina... "dia kemudian memandangku dalam.aku mengangguk mengiyakan.karna nama itu telah dia persiapkan sejak jauh hari.ia tersenyum kmbali sambil menimang buah hati nya... Dua bulan kemudian,karna keciantaan nya kepada buah hatinya.akhir nya dia memutuskan untuk menetap di kampung.keputusan yang sulit untuk nya karna mengingat dia sendiri bingung hendak bermata pencaharian sebagai apa sekarang.sementara dia cukup lelah bila harus sering bolak balik tiap minggu menjenguk keluarga kecil nya.ryan sebenarnya orang yang sangat bertanggung jawab,dia rela kerja apa saja walaupun hasil nya sedikit.yang penting dia bisa memberi penghasilan kepada anak istri nya.kadang ada tetangga yang menyuruhnya kerja di kebun,kadang juga kalo ada proyek di jalan atau apapun dia juga ikut.bila malam datang dia juga dengan kadang ngojeg di perapatan di jalan depan.rumah tangga kami pun tak lagi seharmonis seperti dulu kadang pertengkaran pertengkaran kecil hingga besar menjadi bumbu rumah tangga kami sehari hari. di usia kim yang ke 3 tahun akhir nya kami bisa mempunyai rumah kecil,rumah yang di buatkan bapaku di sebelah rumahnya.sengaja agar kami bisa tinggal dengan nyaman dan bisa mandiri.walaupun begitu karna hidup kami yang kesusahan keluarga kecil kami masih merepotkan dan kadang numpang makan.tak jarang kim juga jajan dari nenek dan kakek nya. "tok tok tok... "suara pintu terdengar berkali kali,di antara ngantuk ku ku ambil hp di atas meja kamarku.jam menunjukan pukul 11 malam.aku tau siapa yang berada di luar.tumben suamiku pulang jam segini.biasa nya kalau ngojeg dia pulang pukul 3 pagi,pikirku.karna sekarang sedang tidak ada pekerjaan pada siang harinya biasanya dia pulang menjelang pagi.aku segera bagun dan membuka pintu.diapun segera masuk... "tumben sudah pulang... "tanyaku sedikit judes.karna mengingat di rumah sudah tak ada lagi uang di dompet. "sepi bu,aku pulang aja... "jawab nya sambil menggantungkan jaketnya. "ya di tunggu bi,namanya juga berusaha.."aku sedikit kesal. "malah ngantuk bu,di perapatan cuma ada mang somad.itu pun dia pulang juga..."elak nya... "ya bagus dong,jadi ga ada saingan... "dia tampak memandangku tajam. "berangkat habis isya,baru naikin penumpang jm 9 bu... "dia menyerahkan uang 15 ribu rupiah.aku geram setelah melihat nominal nya.dan segera melemparnya. "mending ga usah kasih deh,segini pagi pagi di pake buat kamu ngopi sama ngerokok juga habis!!! "ucapku dengan kesal,tampak raut wajah dia sedikit masam. "bersyukur dong bu, kali saja besok ada rizki nya... "dia tampak berusaha tersenyum."bersyukur aja. kalo ga sambil usaha ga bakalan ada...!!! "bentak ku, "udah lahh,aku juga cape.berusaha juga udah. kalau hasil nya segini ya mengertilah sedikit... "ucap nya tampak kesal lalu masuk ke kamar dan merebahkan badannya di sebelah kim tanpa menolehku. "itu sih bukan berusaha,baru di kasih sepi saja sudah nyerah.gimana besok buat kebutuhan di rumah... "namun ryan sama sekali tak menjawab.malah tak lama ku dengar suara dengkuran nya membuatku tampak semakin kesal... di pagi harinya sekitar jm 8 pagi aku berdandan rapi seusai aku memandikan kim anak ku.segera ku cari abi nya yang tampak sedang asik bermain hp dengan segelas kopi di samping nya.sebenarnya aku masih kesal dengan kejadian semalam. "bi nitip kim... "ucap ku masih sedikit jutek.ryan menatap ku keheranan.mungkin karna tumben aku sudah berdandan rapi sepagi ini. "mau kemana??? "tanya nya sambil meletakkan hp nya.dan mendudukan kim di pangkuan nya. "temenku nawarin kerjaan di tempatnya.ngepakin kue kue homemade buatan paman nya buat di kirim ke kota.ada juga yang bagian bikinnya.pekerjanya sudah lumayan banyak.memang sih bayaran nya ga seberapa.lumayan bisa buat bantu bantu kebutuhan di rumah.kim juga udah beranjak gede.kasian..."ucapku sambil ku elus rambut anak gantengku.ryan tampak memandangku.tak lama dia menggenggam tanganku yang tengah mengusap rambut buah hatiku. "maafin aku ya bu.belum bisa buat kalian bahagia..."pandangan mata kami pun bertemu.segera kucium tangan suamiku yang sedang menggenggam tanganku. "aku yang minta maaf bi,aku terlalu banyak nuntut.kita kerja sama sama saja.di siang hari kamu jaga kim biar aku yang kerja.di malam hari kamu yang kerja aku yang jaga kim... "ucapku, dia mengangguk dan tersenyum.segera ku alihkan pandanganku ke arah kim. "sayang ibu tinggal ya.jangan nakal,kalo ibu ga cepet cepet pulang berarti ibu langsung kerja.kalo bosan. ke nene saja ya..."segera kucium kening Kim.kim tampak mengangguk sambil tertawa. "nanti bawa es krim bu... "jawab nya. "iya sayang... "lalu aku pun beranjak meninggalkan mereka... "hati hati bu... "ucap ryan.aku tersenyum sejenak lalu berlalu,sebelum nya tak lupa ku titipkan kim kepada nenek nya.sambil meminta ijin untuk bekerja. Benar saja seperti perkiraanku,aku langsung di terima dan langsung bekerja di sana.tempat nya lumayan besar.ada 5 pegawai di sana yg tugas nya mengepak barang.beberapa lagi ada di ruangan lain nya tengah mencetak,ada juga yang bertugas menggoreng atau mengopen di ruangan lain nya.dalam beberapa hari saja aku dengan cepat bisa langsung akrab dengan pegawai di sana.apalagi dengan ramadhan,sinta dan dewi.sebenar nya dengan yang lainnya pun aku akrab hanya saja aku lebih dekat dengan mereka...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN