Seattle Coffee Shop. 09:00 am. Suara riuh rendah tamu yang menikmati secangkir kopi di pagi hari tak menjadi gangguan untuk Noel yang kini duduk sendiri di salah satu sudut meja. Ditemani espresso panas yang disajikan manual dengan moka pot (alat pembuat kopi tradisional dari Italia) dan sepiring stroopwaffles dengan taburan gula halus di atasnya. Ia duduk memandangi jalanan melalui jendela besar yang ada di sebelahnya. Ramai, orang-orang sibuk dengan hidupnya sendiri dan mobil tampak berlalu-lalang tanpa henti di sebrang kedai kopi ini. Namun yang terjadi pada dirinya sendiri hanyalah sepi. Noel menarik napas panjang dan mengembuskannya pelan sembari menuang kopi ke dalam cangkir di hadapannya. Tidak sampai penuh, hanya setengah dari cangkir kaca yang ukurannya memang sudah minimalis.

