“Ngapain masih di situ?” Ucapan Genta membuat Nadine tersadar dari lamunannya. Dia lalu bergerak masuk ke ruangan pria itu sambil menenteng paper bag di tangannya. “Ini jasnya. Udah aku cuci bersih. Kalau nggak percaya, cek aja.” Nadine meletakkan paper bag yang dibawanya ke atas meja. Genta membukanya dan membolak-balik jas tersebut. “Kamu cuci sendiri?” Bi Erna yang cuci. Tapi tentu saja Nadine tidak bisa mengatakan hal itu. Kalau Genta tahu, sudah pasti dirinya akan diledek habis-habisan. Harga dirinya bisa jatuh! “Nggak penting siapa yang cuci, yang penting kan sekarang jasnya udah bersih.” “Memang bersih, sih.” Genta masih membolak-balik jas di tangannya. Matanya terlihat kagum seolah jas di tangannya adalah sebuah mahakarya. “Kalau gitu urusan kita udah selesai kan?” Genta m

