TIGA EMPAT

1815 Kata

Fcahri dan vio sampai di jakarta. Mereka memutuskan untuk tinggal di rumah vio. "Sayang butuh pelayan gak?" tanya fachri yang kasian kalo vio harus mengurus rumah sendiri. "Gak usah, rumah kecil ini. Gw masih sanggup."balas vio. "Biar kaka gak kecapean. Kaka kan kerja juga."jawab fachri sambil membantu vio memasukkan baju di lemari. "Gak papa, udah biasa kok."jawab vio. "Pasang ac yah..panas."ucap fcahri mengkibas-kibaskan kaosnya. "Mandi sana biar gak panas."balas vio tiduran di sofa setelah membereskan semua barang bawaannya. "Mau keluar aja lah, ke mall. Ikut gak?"fachri mengajak vio pergi padahal baru saja sampai satu jam lalu dan baru selesai beres-beres. "Cape lah, emang lo gak cape?"tanya vio. "Cape sih, tapi kulkas kosong gimana kalo gw tengah malam kelaperan tar gw bis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN