Chapter 8

1329 Kata
Hari menjelang pagi, burung burung sudah kembali berkicau dan nampak terbang kesana dan kemari untuk mencarikan keluarganya makanan. Para pelayan bangun lebih awal untuk melakukan pekerjaaan mereka, terutama adalah koki, mereka harus menyiapkan makanan dengan segera untuk keluarga Sieghard nanti. Hari ini, adalah hari dimana Harold akan menempuh perjalanan jauh pertamanya setelah kehidupan keduanya ini. Menuju ke Akademi Notweir, dimana tempat itu terletak di sebuah Kota kecil yang bernama Granot, dan disana juga terdapat sebuah Dungeon tingkat tinggi yang bernama Abyss, tempat dimana pedang Soul Eater terdapat. "Tuan muda Harold, tolong jaga diri anda baik-baik disana ...," ucap Lilia. "Saya juga Tuan muda Harold, ini adalah pedang yang saya gunakan waktu masih menjadi Knight dulu. Kualitasnya masih bagus, jadi saya pikir ini tidak akan mudah rusak." Zoe menyodorkan sebuah pedang dengan motif khusus di sarungnya kepada Harold. Ngomong-ngomong, saat ini Harold berada di depan gerbang masuk Mansion. Disana juga terdapat sebuah kereta kuda yang sudah siap menunggu Harold untuk masuki, namun sebelum itu, Harold harus mengucapkan beberapa kata perpisahan kepada orang terdekatnya saat ini. Harold menerima pedang tersebut, karena sebelumnya. Pedang murahan yang ia beli di kota sudah hampir rusak, ini adalah barang berharga yang mungkin akan sangat berguna untuk nanti. Harold merasa seperti ada sesuatu yang hangat di dalam hatinya saat menerima pedang tersebut, secara tidak sadar ia menunjukkan senyum tulusnya kepada Zoe dan juga Lilia. Mereka berdua sedikit terkejut saat pertama kalinya melihat senyum Harold, seorang pria dingin yang hampir tidak pernah tersenyum. Kini dia tersenyum dengan lembut, meski itu hanya berlangsung sekilas, namun itu sudah tertanam dengan jelas di ingatan terdalam otak mereka. "Jangan meremehkanku, tanpa pedang sekalipun aku masih tidak terkalahkan. Tapi, aku akan menerima pedang ini sebagai penghormatan terakhirmu sebelum aku pergi," Harold berkata. "Saya senang, Tuan muda Harold," ucap Zoe sembari membungkuk. Meskipun Harold sarkastik seperti biasa, namun Zoe sudah memakluminya karena sifatnya itu. Tetapi, sebenarnya Harold sudah berusaha untuk berterimakasih kepada Zoe secara tidak langsung. Zoe yang menyadari itu, sudah merasa cukup puas. "Tuan muda, saya sudah mempersiapkan kudanya. Apakah kita akan berangkat sekarang!?" Seseorang masuk kedalam pembicaraan, dia adalah salah satu Knight yang terlibat peristiwa Desa Horen. Dia adalah Regard, disampingnya juga terdapat Bones yang menemaninya. "Bagus, jika semua sudah siap, mari kita berangkat. Aku tidak ingin berlama-lama disini, dan untuk kalian, bekerjalah dengan baik," ucap Harold lalu melirik Lilia dan Zoe. "Dimengerti," jawab mereka bersamaan. Setelah itu, Harold mulai berjalan masuk ke dalam kereta kuda. Sedangkan Regard duduk di kursi depan dan berperan sebagai kusir kereta, namun sebelum sempat melangkahkan kakinya masuk ke dalam kereta, seseorang membuat langkahnya terhenti. "T-Tuan muda..." Menanggapi suara tersebut, Harold berbalik. Melihat seseorang yang memanggilnya, dia adalah Bones. "Ada apa?" "A-apakah saya ... bisa ikut dengan anda?" tanya Bones dengan gugup. "Alasannya?" "Karena ... j-jika terjadi apa-apa terhadap anda, maka saya dapat melindungi anda. Saya tahu bahwa anda lebih kuat daripada siapapun di Mansion ini, namun ... tetap saja ada kemungkinan terburuk yang akan terjadi nanti, selain itu keselamatan anda lebih penting Tuan muda. Saya juga sudah berlatih selama beberapa tahun ini dan—" "Tidak!" sela Harold sebelum Bones sempat menyelesaikan kalimatnya. Bones langsung menjadi murung waktu mendengar jawaban tegas Harold. Di dalam hatinya, dia berpikir. Setidaknya ia ingin menjadi berguna bagi Tuan mudanya untuk sekali saja, Tuan muda Harold tidak seperti para bangsawan lainnya yang sangat diskriminatif. Meski sifatnya sangat kasar dan dapat mengundang masalah, namun hatinya sangat lembut. Bones, saat mendengar rumor buruk keluarga Sieghard yang berdampak pada Harold merasa khawatir. Mereka yang tidak tahu apa-apa tentang Tuan mudanya, dan hanya mendengar dari mulut ke mulut tidak pantas untuk menilainya. Tetapi, karena Harold sendiri yang memberi perintah agar tidak membuka mulut dalam peristiwa itu. Bones mau tidak mau harus menghormati permintaannya itu, mungkin Harold melakukannya agar berita tentang dirinya yang memindahkan semua penduduk Desa Horen, tidak sampai di telinga orang tua tirinya. Namun, setidaknya untuk sekali saja. Bones ingin berguna untuknya... "Bones!" "Y-ya?" "Pecundang sepertimu tidak pantas untuk berdiri di sampingku. Kau memiliki kekuatan untuk berdiri sendiri, dan untuk itulah, ini sudah menjadi tugasmu untuk mengurus orang-orang lemah yang dapat mati kapan saja. Aku tidak meminta jawaban selain kata "Ya" apakah kau mengerti sekarang?!" Harold berkata tegas, dan Bones yang mendengarnya, melebarkan kalimatnya. Bones tersenyum dengan mantap, hatinya berdegup dengan kencang menandakan bahwa dirinya termotivasi. Mungkin banyak orang akan salah paham pada kalimat Harold sebelumnya, namun Bones sangat mengerti betul pesan yang tersirat dari Harold. Dia seperti mengatakan 'Lindungilah orang-orang yang ada di Mansion ini, aku mengandalkanmu karena kau cukup mampu untuk melakukannya' begitulah. Mengepalkan tangannya dengan kuat, Bones menempelkannya di dadanya sebagai penghormatan terakhir. "Serahkan pada saya!" Dengan begitu, kesetiaan dan rasa hormat Bones kepada Harold meningkat drastis hingga ke titik tertinggi. Yaitu loyalitas abadi, Bones rela melakukan apapun itu jika diperintahkan langsung oleh Harold. *** Setelah selesai melakukan salam perpisahan, Harold segera masuk ke dalam kereta. Regard yang sebagai kusirnya, langsung menarik tali kendali dan menuntun kuda untuk pergi ke arah tujuan mereka. Sudah dimulai, itulah yang Harold pikirkan. Perjalanan pertamanya setelah terisolasi di Mansion hampir 5 tahun lamanya akhirnya telah dimulai, sebisa mungkin Harold berniat untuk mencegah Tragedi Raja Philips di masa depan nanti. Oleh karena itu, demi membunuh keluarga kerajaan bersama dengan Makhluk mengerikan itu, Harold harus menjadi lebih kuat daripada dirinya yang dulu. Akademi Notweir adalah langkah awalnya untuk mempelajari hal-hal baru yang sebelumnya tidak sempat ia dapatkan di kehidupan sebelumnya. Meski begitu, Harold juga sedikit merasa cemas karena pilihan yang ia pilih sekarang ini, ada kemungkinan dapat menyimpang dari alur. 'Seharusnya tidak ada perubahan besar yang terjadi di masa depan ketika aku masuk ke dalam Akademi,' pikir Harold. Mencoba menenangkan dirinya dan mengusir pemikiran terburuknya. Sudah lima jam lamanya semenjak ia meninggalkan Mansion, Harold sekarang menunggu dalam bosan di dalam kereta kuda, memandang keluar jendela yang terdapat banyak pepohonan sepanjang mata memandang. Untuk sampai ke kota Granot, Harold harus menempuh perjalanan selama sembilan jam jika menggunakan jalan utama, dan tujuh jam jika menggunakan jalan alternatif. Sebelumnya, Regard menyarankan pada Harold untuk mengambil jalan utama. Namun, Harold menolaknya dan memilih untuk mengambil jalan alternatif karena ia harus secepatnya pergi ke dungeon Abyss untuk mendapatkan rekannya, Soul Eater. Tetapi, ada sebuah alasan kenapa Regard menyarankan untuk mengambil jalan utama. Jika mereka melewati jalan alternatif, maka mereka harus melewati tempat yang bernama hutan Grain. Hutan Grain, terkenal dengan hutan ilusi, dan sepertinya ada beberapa kelompok Bandit pengguna sihir ilusi, untuk membuat orang tersesat dan mereka dapat mencuri harta orang lain dengan mudah. Dan Harold saat ini sedang berada di dalam hutan tersebut. Harold mengerti tentang resiko tersebut, namun tetap saja rekannya Soul Eater tetap nomor satu. Ia harus segera mendapatkannya sebelum orang lain, selain itu ia tidak membawa banyak barang. Dan jika itu dicuri sekalipun, Harold tidak akan mengalami kerugian besar. GLADAK!! "Apa yang terjadi!?" "M-maaf Tuan muda, sepertinya roda kereta ini macet, kita harus mengambil waktu istirahat terlebih dahulu agar saya dapat memperbaikinya." Itulah yang dikatakan oleh Regrad. Harold sedikit mengeluh karena waktunya tersendat, namun marah pun tidak akan menyelesaikan Masalah, jadi ia pasrah akan takdir ini dan memberikan Regrad waktu untuk memperbaikinya. "Tch, setidaknya selesaikan dengan cepat." Setelah mengatakan itu, Harold beranjak turun dari kereta kuda. Masih tidak ada yang berubah, di sepanjang mata memandang hanya terdapat pohon dan pohon, seperti yang diharapkan dari tempat yang dinamakan hutan. Meski begitu, udara disini sangat sejuk, sangat berbeda saat di dalam kereta kuda yang pengap. Mungkin istirahat bukanlah hal yang buruk. "Apa itu akan lama?" Harold bertanya pada Regrad yang saat ini sedang mengecek kondisi kereta kuda. Dia nampak teliti saat memperhatikan, seolah sudah menemukan penyebab dari masalah itu. Namun... "Sepertinya akan memerlukan waktu sekitar—" SRET!! BLAR!! Sebelum Regrad selesai bicara, Harold menarik kerahnya untuk segera menjauh dari kereta kuda tersebut. Tidak lama kemudian, sebuah anak panah melesat ke kereta kuda, lalu meledak hingga membuat udara bergetar karena suaranya yang menggelegar. Harold dan Regard sempat terpental, namun mereka segera bangkit karena menyadari ada seseorang yang diam-diam menyerang. "Seorang bangsawan ya, sepertinya ini adalah tangkapan yang cukup berharga."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN