Harold sudah kembali di Mansion keluarga Sieghard. Saat ini ia sedang duduk diatas ranjang di kamarnya sambil membaca isi dari surat yang kata Lilia disuruh untuk dikirimkan untuk dirinya. Harold membacanya, dan ia nampak terkejut dengan isi surat tersebut.
"Akademi Notweir?!"
Ya, itulah yang dimaksudkan. Bahwa kenyataannya Harold telah diundang oleh Akademi itu sendiri. Di kehidupan sebelumnya, Harold menolaknya karena merasa bahwa pemahaman sihirnya sudah baik, namun itu semua salah, ia menyesalinya setelah menyadari saat terdapat beberapa kelemahan pada sihirnya tersebut.
Seperti tidak dapat menggunakan sihir dengan elemen yang berbeda secara bersamaan, penguatan daya serang sihir, pembentukan sihir elemen tanah miliknya, dan masih ada beberapa kekurangan lainnya yang Harold ingat.
Karena di kehidupan sebelumnya ia tidak memilih untuk memasuki Akademi, maka bisa dibilang jika ia menerimanya. Masa depan akan menyimpang dari aslinya, Harold ingin menghindari itu, namun di sisi lainnya, ia ingin memperkuat sihirnya untuk persiapan melawan Ether di masa depan nanti.
Jika Ether juga kembali di masa lalu sama seperti dirinya. Pertarungan untuk kedua kalinya tidak akan terelakkan lagi, itulah yang Harold percayai. Namun sebelum itu, Harold harus menghancurkan Kerajaan Fuard demi menggagagalkan eksperimen yang dilakukan oleh Raja Philips.
'Aku harus segera mendapatkan Soul Eater kembali,' pikir Harold. Lalu menatap dua orang yang sedari tadi berdiri di depannya. Mereka adalah Lilia dan Zoe.
"Katakan padaku sampah, kalian belum menceritakan tentang apa yang ku perbuat terhadap kejadian Desa Horen waktu itu kepada orang lain, bukan?" tanya Harold dengan sorot mata tajam.
"Tidak Tuan muda, saya tidak akan berani berbuat lancang seperti itu," jawab Lilia.
"Begitupun dengan saya, Tuan muda Harold," jawab Zoe.
Begitulah jawaban mereka, yah selama mereka tahu diri itu tidak akan menjadi masalah besar. Baiklah, mari kita kembali ke topik utama, tentang Akademi Notweir ini, Harold masih tidak banyak mengetahuinya. Untuk itulah ia memanggil dua orang ini.
"Kesampingkan itu, apakah Ayah yang mengirimkan surat ini padamu, Lilia?"
"Benar, Tuan muda."
"Kalau begitu, aku akan memberi kalian waktu lima menit untuk menjelaskan tentang Akademi Notweir ini, letaknya, sejarahnya, maupun hal-hal yang ada sangkut pautnya dengan Akademi itu."
Seperti biasa, kalimat yang keluar dari mulutnya adalah kata-kata sarkastik. Namun, karena Lilia dan juga Zoe sudah terbiasa akan hal itu, mereka tidak terlalu memikirkannya.
"Izinkan saya menjelaskan terlebih dahulu, setahu saya Akademi Notweir telah berdiri selama 12 tahun lamanya, tepatnya adalah tahun 17 Varesix, dan Akademi itu didirikan oleh tiga orang Knight legendaris, mereka adalah kelompok yang disebut-sebut sebagai 'Three-Lance'" jelas Lilia.
"Three-Lance? Siapa mereka?"
"Mereka adalah kelompok yang memiliki kisah panjang Tuan muda, mereka bertiga adalah bagian dari 7 Dewa terkuat Nazarix, kisah kepahlawanan mereka yang paling terkenal adalah, saat mereka bertiga menuntaskan Invasi Naga di Kota Granit, dan ditempat itu juga mereka bertiga membangun Akademi sihir Notweir."
'Three-Lance, ya?' pikir Harold. Ia memang pernah mendengar mereka, dan ia pun juga tidak merasa tertarik dengan kisah kepahlawanan mereka. Namun, jika mereka adalah bagian dari 7 Dewa terkuat Nazarix, kemampuan mereka bukanlah omong kosong belaka.
'Akan lebih baik jika tidak berurusan dengan mereka di Kemampuanku yang masih lemah seperti ini ....' Harold berpikir. Ia ingin menghindari mereka, namun bukan berniat kabur, jika saja mereka ingin menghalangi tujuannya. Maka Harold akan siap bertarung kapan saja, bahkan jika mereka itu adalah salah satu dari 7 yang terkuat di dunia.
Selama itu mengganggunya, maka Harold Sieghard. Sebagai SWORDMANCER yang paling ditakuti oleh seluruh dunia, akan menghancurkan mereka.
***
Sepuluh tahun berlalu, di Mansion Sieghard yang mewah. Hari menjelang malam, burung burung kecil mulai berterbangan ke segala arah untuk kembali ke sarang mereka masing-masing.
Banyak pelayan yang melakukan pekerjaan mereka di Mansion tersebut, dan seperti biasa reputasi keluarga Sieghard sama sekali belum berubah, bahkan lebih buruk daripada sepuluh tahun yang lalu.
Ayah Harold, Louise Sieghard. Terus menerus menaikkan pajak setiap bulannya, dan itu membuat warga semakin tertekan dengan kebijakan itu. Bagi orang yang tidak dapat membayar pada waktunya, maka jatah bulan itu akan dilipatgandakan di bulan selanjutnya. Inilah pemerasan yang dilakukan oleh kedua orang tua Harold.
Setiap Harold berialan-jalan di kota untuk mencari udara segar dan suasana baru di page hari, semua warga kota Wisdom menatap Harold dengan sorot mata yang tajam dan terdapat kebencian mendalam yang terpantul dari iris mata mereka.
Yah, Harold juga tidak dapat menyalahkan mereka karena itu. Ditambah dengan rumor buruk tentang keluarganya yang dikabarkan memporak-porandakan Desa hanya karena tidak membayar pajak selama dua bulan lebih. Membuat reputasi Harold lebih buruk lagi.
"Sayang, kurasa ini adalah waktunya untuk Harold pergi ke Akademi Notweir," ucap Marline.
Mendengar itu, Louise mengalihkan pandangannya ke arah Harold.
"Kau harus benar-benar berusaha keras disana, ingatlah bahwa kami sudah menghabiskan banyak uang untukmu, aku tidak ingin hasil yang sia-sia. Apakah kau mengerti?"
"Tentu saja, Ayah ...."
Harold membalas dengan acuh tak acuh. Sekarang mereka sedang berada di ruang makan dan sedang menikmati makan malam bersama kedua orang tua tirinya tersebut. Usia Harold sekarang sudah menginjak 17 tahun, ia sudah tumbuh menjadi seorang pemuda yang bisa dibilang cukup tampan, dan tubuh yang sempurna.
Selama sepuluh tahun terakhir, Harold sudah berlatih mati-matian tentang gaya berpedang dan juga sihirnya. Alhasil, kemampuannya meningkat dengan pesat, bahkan Harold merasa dapat mengalahkan 20 Knight biasa sekaligus.
Yah, itu juga dikarenakan hasil dari pengetahuan di kehidupan sebelumnya, membuat Harold cepat berkembang dua kali lebih cepat dari kalangan orang biasa.
"Terimakasih makanannya, aku akan kembali ke kamarku untuk istirahat." Harold mengusap mulutnya dengan tisu, lalu beranjak dari kursinya dan pergi menuju ke kamarnya tanpa sepatah kata apapun.
Harold memang tidak terlalu banyak berkomunikasi dengan orang tuanya, kedua orang tuanya juga tidak masalah akan hal tersebut. Namun, tentunya mereka pasti sudah menyadari bahwa dirinya sedang mencoba untuk menjaga jarak.
"Anak itu sedang menjaga jarak dari kita, bukan?" tanya Marline.
"Hmph ... asalkan dia masih menjadi boneka yang berfungsi, maka biarkan saja," jawab Louise lalu meresap segelas teh miliknya.
***
Sampai di kamarnya, Harold segera menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang, ia menatap langit-langit kamarnya yang hampa, sudah sepuluh tahun lamanya semenjak dirinya kembali ke masa lalu. Harold juga sudah menjadi lebih kuat akhir-akhir ini.
"Hanya kurang satu lagi, aku harus mencari rekanku Soul Eater di Dungeon Abyss,"
Harold mulai memejamkan kedua matanya. Dungeon Abyss, itulah letak dimana pedang Soul Eater berada. Dan secara kebetulan, Dungeon itu berada di kota Granot, dimana ia akan masuk ke Akademi Notweir untuk pertama kalinya.
Dungeon adalah, reruntuhan tempat dimana harta-harta kuno tersembunyi, di dalam dungeon juga terdapat monster monster yang terkadang menghuninya, terlebih lagi monster disana beragam, ada yang lemah dan ada yang kuat.
Di Nazarix, Dungeon Abyss merupakan dungeon dengan kelas yang kesulitannya berada di tahap [High]. Terdapat banyak jebakan, teka teki, dan monster berbahaya di dalamnya sehingga membuat para Knight berpikir dua kali untuk memasukinya.
Oleh sebab itu, sebelum ada seorang yang berhasil menaklukkan dungeon itu. Harold berniat untuk mengambil pedang itu lebih awal.
"Tunggulah, rekanku Soul Eater ... tidak lama lagi, kita akan kembali bersatu." Harold mengangkat tangannya dan mengepalkan tinjunya kuat-kuat, menandakan tekad baja yang ia miliki.