Seluruh pandangan Harold menjadi gelap, tidak menentu dan sama sekali tidak ada secercah cahaya yang terlihat bersinar. Hampa, dingin, menakutkan, itulah gambaran yang Harold rasakan saat ini.
Serangan terakhir dari Ether pasti telah membunuhnya, ia tahu itu. Karena tidak mungkin untuk dapat menghindari serangan dengan radius 10 kilometer tersebut.
Tentu saja Ether juga ikut mati, dia memakai serangan bunuh diri itu untuk membawa Harold dalam kematiannya. Sungguh buruk Sekali, itulah yang dipikirkan Harold. Meski tujuan balas dendamnya sudah berakhir, namun masih ada orang yang sempat lolos darinya.
Itu adalah Kevin Storm, anak dari Raja Philips yang merupakan putra mahkotanya. Entah kenapa dia berhasil kabur dari kejaran Harold, kemungkinan besar bahwa ada seseorang yang telah membocorkan tujuan Harold kepadanya. Itulah penyebab penyesalan terbesar Harold, ia tidak akan puas sebelum membunuh seluruh keluarga Kerajaan.
"Aku masih belum ingin mati ...."
Menggumamkan kalimat itu di tengah-tengah kegelapan, Harold melihat secercah cahaya yang mulai muncul dalam penglihatannya. Meski sangat minim dan terkesan kecil, namun cahaya itu memberikan kehangatan yang luar biasa.
"Kalau begitu, aku akan memberimu kesempatan kedua. Gunakanlah dengan baik, Harold Sieghard!"
Itulah yang dikatakan oleh cahaya tersebut, perlahan cahaya tersebut mulai memudar. Dan pandangan Harold menjadi lebih buram dari sebelumnya, tidak lama kemudian ia sepenuhnya menutup mata. Tidak ada yang tahu kenapa dirinya mengalami kantuk yang berat, tetapi ada perasaan nyaman yang terbesit dalam hatinya.
***
Harold membuka matanya secara perlahan. Pandangannya masih sedikit kabur tapi perlahan mulai membalik setelah mengedipkan ya beberapa kali. Disaat itulah dia terkejut. Semua ini, pemandangan yang familiar ini. Harold sangat mengenalnya. Memegang d**a dengan tangan kecilnya. Harold bisa mendengar detakan jantungnya yang normal. Keringat dingin mulai merembes deras dari kening hingga ke dagu.
"Tuan muda Harold. Ada apa?"
Mendengar suara seseorang, Harold mengarahkan wajahnya ke depan. Dia melihat seorang wanita pelayan dengan rambut merah dan kacamata. Kedua matanya seketika melebar, dia adalah wanita yang juga ikut mati bersama keluarganya. Harold tidak bisa menahan keterkejutan dan kebingungannya.
Dia melihat kedua tangannya yang menjadi kecil. Lalu meraba-raba seluruh tubuhnya. Kulitnya masih sangat mulus dan badannya tidak sebebas dulu. Setelah berpikir sebentar. Kini Harold menyadari. Ia menyadari bahwa dia telah mengulang waktu 12 tahun yang lalu. Tepatnya waktu dirinya masih berumur 5 tahun.
Saat ini dirinya berada di kereta kuda yang berjalan. Bersama dengan Lilia pelayan pribadinya. Harold dalam perjalanan kembali ke mansionnya. Ngomong-ngomong, Harold adalah seorang anak adopsi dari keluarga bangsawan di kerajaan Monzard—namanya adalah keluarga Sieghard. Sebenarnya Harold adalah anak petani biasa dari kerajaan Fuard yang merupakan kerajaan tetangga tapi karena suatu alasan Harold harus diadopsi oleh keluarga Sieghard.
Keluarga Sieghard tertarik dengan Harold yang memiliki bakat dalam sihir. Harold memiliki kapasitas mana luar biasa yang melebihi orang-orang pada umumnya. Karena berhubung kedua orang tuanya dalam keadaan miskin. Harold menjual dirinya kepada keluarga bangsawan itu asalkan mereka memberi beberapa uang kepada orang tuanya.
Keluarga Sieghard setuju dengan persyaratan Harold. Dan pada akhirnya mereka membelinya. Nama Ayah tiri Harold adalah Louise Sieghard, sedangkan ibunya adalah Marline Sieghard. Meskipun mereka berdua adalah bangsawan ternama namun sangat berbeda dengan sikap yang mereka lakukan. Keluarga Sieghard, terutama adalah Louise Sieghard suka mengkorupsi uang dari hasil pajak warga. Lalu membuat bunga pajak perbulan menjadi lebih besar. Jika ada yang tidak bisa membayarnya maka itu akan dianggap sebagai hutang dan akan dilipat gandakan dengan bunga bulan berikutnya.
Artinya keluarga Sieghard adalah seorang pemeras, dan Harold sangat tidak menyukai mereka. Ibu tirinya juga sangat sombong, saat pertemuan di pesta bangsawan dia akan selalu memakai pakaian dan perhiasan mewah yang merupakan hasil dari pemerasan. Sama sekali tidak ada yang baik tentang mereka.
"Tuan muda—"
"Diamlah sebentar!"
"Maafkan saya."
Harold tidak sengaja mengeluarkan kata-k********r kepada Lilia. Itu memang sifatnya sekaligus kutukan yang dia miliki. Setiap kali ia berbicara, selalu saja kalimat kasar yang keluar dari mulutnya ini. Dikehidupan sebelumnya pun Harold masih mencoba menyelidiki mengenai kutukan yang menimpanya, hanya saja dia masih belum sama sekali menemukan petunjuk sedikitpun.
Mengesampingkan masalah tersebut, Harold mulai berpikir bahwa dirinya mungkin bisa merubah masa depan jika terlahir kembali di masa lalu. Karena prioritas utama saat ini adalah dengan tidak mengulang masa depan yang sama dimana akhir yang buruk telah menanti.
Benar, dia bisa mencegah kejadian yang sama dimana keluarganya mati saat Raja Philips mencoba eksperimen sihir terlarangnya itu. Ya benar, Harold bisa mencegah peristiwa itu terjadi dan merubah masa depan. Dengan begitu, dia bisa mencapai akhir yang bahagia.
Untuk langkah pertama. Dia harus memulainya dari sekarang. Dia harus mengubah peristiwa yang akan terjadi hari ini. Dimana itu akan berdampak besar dengan masa depan nanti.
Aku harus menyelamatkan orang itu. Pikir Harold.
Benar. Waktu 12 tahun yang lalu di kehidupan sebelumnya. Ayahnya, yaitu Louise Sieghard akan menyerang sebuah desa yang tidak ingin membayar pajak bulanan dan menjadikan para warganya sebagai b***k dan dijual di pasar gelap.
Dari salah satu penduduk Desa tersebut. Terdapat dua orang yang merupakan ibu dan anak. Mereka akan bekerja dibawah naungan Sieghard. Disitulah peristiwa itu dimulai. Karena sang ibu tidak bisa menuruti permintaan Louise. Dengan teganya Louise membunuhnya begitu saja.
Harold yang dulu memang tidak peduli dengan peristiwa itu tapi tidak dengan dirinya yang sekarang. Dia harus mencegah desa itu hancur apapun yang terjadi. Karena jika keluarga Sieghard hancur maka dirinya tidak akan memiliki sumber daya yang cukup untuk membantunya bertambah kuat saat latihan. Harold harus mencegahnya. Hanya untuk sementara ini.
"Hei, Pak tua Zoe ... belokkan kereta kuda ini ke arah timur."
"Tapi Tuan muda ... Ayah Anda tidak mengizinkan saya untuk—"
"Sudah lakukan saja apa yang kuperintahkan, sialan!"
"Baik!"
Setelah memaksa Zoe—yang merupakan pria tua kusir kereta kuda saat ini—akhirnya Harold berbelok ke arah timur. Tempat dimana desa itu berada. Mungkin pasukan yang diperintahkan oleh Ayah tirinya juga dalam perjalanan ke desa itu. Secepat mungkin Harold harus bergegas lebih dulu daripada mereka.
Harold juga segera memerintahkan Zoe untuk mempercepat laju kereta kuda dalam kecepatan penuh. Karena bergerak sangat cepat, membuat Harold dan Lilia terombang-ambing di dalam kereta kuda.
"Tuan Muda Harold, sebenarnya tempat apa yang ingin Anda tuju?"
"Desa Horen. Kau segera persiapkan senjata yang ada."
"S-senjata? untuk apa Tuan muda?".
"Jangan banyak bicara. Siapkan saja apa yang kusuruh. Pelayan sepertimu hanya harus mematuhi Tuannya."
Lilia memasang wajah yang kebingungan dan merendahkan. Menatap rendah Harold layaknya seonggok sampah seperti kedua orang tua tirinya. Tidak masalah, Harold memang sengaja membuat Lilia membencinya agar dia terhindar dengan takdir buruk dimana dimasa depan nanti dia akan mati bersama dengan orang tua kandungnya.
Lilia adalah orang yang baik. Saat Harold meninggalkan Kerajaan Monzard untuk menjadi Ksatria suci kerajaan Fuard. Lilia tetap setia mendampinginya bahkan rela menjadi pelayannya secara sukarelawan. Oleh sebab itu, demi menghindari takdir yang buruk bagi Lilia. Dia harus tidak terlibat dengan dirinya, akan lebih baik jika Lilia membencinya dan menjauhinya.