“Kalau begitu aku pulang dulu ya, Bu.” Pamit Davka pada wanita yang sudah melahirkannya itu. Sesungguhnya, Davka masih ingin sekali berada di sana untuk merefresh otaknya. Ia masih ingin berada di sekitar ibunya yang selalu membuatnya tenang dan tidak akan memberikan pendapat yang membuat dirinya sedih ataupun merasa ragu akan segala keputusan yang akan ia ambil. Iya masih tak bisa untuk pulang ke Jakarta dan bertemu dengan Larissa karna rasa kesal di dalam hatinya masih ada. Sekalipun, sudah ada Lavly yang menjadi penyelamat hatinya untuk saat ini. Walaupun dirinya dan Lavly masih belum memiliki hubungan apapun dengan wanita itu. Tapi nyatanya, Davka benar-benar sudah mulai membuka hatinya dan mengambil segala kemungkinan yang akan terjadi di kemudian harinya untuk hubungannya dengan

