“Selamat pagi, Babe!” sapa Vasant ketika melihat Lavly yang baru saja turun dari mobilnya. Vasant langsung menghampiri Lavly yang baru datang dan sebentar lagi akan memulai praktiknya. Pagi itu hujan deras dan membuat Lavly sedikit banyak harus memiliki ekstra kesabaran. Dengan macetnya jalanan menuju Hospi Hospital dan juga sekarang ia harus bertemu dengan Vasant yang sudah ketahuan apa maksud dan tujuannya menemuinya sepagi ini. Lelaki itu datang dengan stelan jas mahal dengan bouquet bunga di tangan kanannya. “Jika kamu ke sini hanya untuk meminta maaf. Sudah aku maafkan!” kata Lavly yang bersedekap dadaa sambil menatap enggan pada kekasihnya itu. “Aku janji ini terakhir kalinya kita membahas ini, Babe! Aku tidak bisa kehilanganmu. Aku mencintaimu, Lav!” aku Vasant pada Lavly yang

