Aku mendorong tubuh Carol hingga terhimpit dengan kitchen kabinet. Aku tau mungkin aku sedang tidak waras sekarang ini. Entah punya keberanian dari mana hingga aku bisa melakukan hal ini pada sahabatku sendiri. Aku sungguh, tidak ingin kehilangannya. Walaupun aku juga masih bimbang dengan arti perasaanku padanya. Yang aku tau justru aku sangat yakin jika aku tidak bisa kehilangan dan berjauhan dari sahabatku ini. Carol tampak sedikit terkejut dengan apa yang mungkin akan aku lakukan padanya. Tapi aku sungguh tidak bisa lagi menahannya. Hasratt untuk aku mendapatkannya semakin besar dan membuatku terus ingin berada di sekitarnya. Setelah aku tau ia tidak bisa ke mana-mana lagi, aku langsung mengurungnya dengan tanganku sambil terus menatapnya dengan tatapan penuh damba. Begitu juga denga

