Setelah beberapa lama saya berada dalam situasi antara merasa nikmat malu dan gugup sekaligus bercampur aduk, sampai akhirnya saya merasakan ada sesuatu yang halus menelusup bagian depan celana saya. Saya terbelalak begitu mengetahui yang menyusup itu adalah tangan Tante Neni. “Tante Neni ” kata saya lirih tanpa saya sendiri tahu maksud kata saya itu. Tante Neni seperti tidak memperdulikan saya, dia malah sudah bergeser ke samping saya dan mulai membuka kancing serta resleting celana saya. Sementara itu saya hanya terdiam tanpa tahu harus berbuat apa sekarang. Sampai akhirnya saya mulai bisa melihat dan merasakan Tante Neni mengelus tongkol besar saya dari luar Cawetnya. Saya merasakan sensasi yang luar biasa. Sesuatu yang baru pertama kali itu saya rasakan. Belum lagi saya sadar sepenuh

