Nama saya Harry. Kedua orangtua saya adalah para pengusaha senior di Indonesia. Meski terlalu kecil untuk bersaing dengan para pengusaha top 10 atau Bos Unicorn, tapi kami masih cukup punya nama di Jakarta. Apalagi kalau di lokasi pabrik Ayah di Surabaya atau konveksi Ibu di Bandung.. Eh, saya lupa. Saya biasa dipanggil Har, tapi di rumah saya dipanggil UHer atau AHer. Tahun itu, saya baru masuk kuliah semester satu. Umur saya saat itu masih 18 tahun dan akan bertambah 20 Juli nanti. Mm.. Kampus daya dulu lumayan ngetop, sekarang tidak terlalu.. sekarang hanya tinggal ngetop karena mahal dan bajunya saja. Saya sendiri termasuk yang ‘miskin’ di sana, soalnya saya hanya diantar jemput oleh kakak perempuan saya saja sedangkan yang lain kadang diantar jemput oleh sopir dengan mobil pribadi (y

