41

1602 Kata

"Sudah tenang?" Tanya rey lembut mengamati wajah ana yang kini sudah tidak pucat lagi. Ana hanya mengangguk diam. Ana kembali ke kebiasaan pelit bicara lagi. Padahal tadi jelas-jelas rey mendengar ana menyebut namanya. " Baiklah saatnya kita memberi pelajaran pada mereka" ujar rey meletakkan ana duduk disampingnya. " Mana managernya" tatap rey pada orang-orang yang berbaris dihadapannya. " S..sa..saya tuan" jawab seorang wanita maju kedepan. Wanita itu terlihat paling tua diantara mereka dan pakaiannya juga tidak memakai seragam seperti yang lain. " Kamu tahu masalah yang terjadi saat ini?" " Maaf, saya belum tahu tuan. Saat kejadian saya sedang berada diluar" jawab wanita itu jujur, dia memang tidak berada di sini saat kejadian. Dia baru saja kembali kesini ketika salah satu pegawain

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN