Wajah Ana berubah pias begitu melihat siapa yang berdiri di hadapannya. Mata ana tak berkedip menatap sosok di depannya seolah orang itu tidak nyata. Ana menjadi sangat ketakutan begitu mengenali siapa yang sedang menghadang langkahnya saat ini. Orang yang telah menjadi mimpi buruknya selama ini. Dengan spontan dan wajah penuh ketakutan ana berjalan mundur perlahan menjauh dari orang itu. " Lama tidak berjumpa" tegur orang itu terus melangkah maju dengan senyuman m***m yang lebar memamerkan gigi-giginya yang kuning. Yang selalu membuat Ana jijik dan membenci. Ana terus berjalan mundur dengan panik. Sambil menggeleng-geleng kepalanya penuh ketakutan berharap apa yang dilihatnya saat ini adalah halusinasi. Semua ini tidak nyata. " Kenapa kamu menghindar? Tidakkah kamu rindu pada kami? K
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


