bc

Mimpi Buruk Rania

book_age12+
20
IKUTI
1K
BACA
drama
like
intro-logo
Uraian

Rania menikah dengan kekasihnya bernama Aldi, hubungan mereka yang bahagia mulai mendapat ujian setelah Rania mengalami sebuah kecelakaan. Rania meminta Aldi untuk menikahi sahabatnya bernama Winda. Setelah mereka menikah, rupanya kemalangan menimpa Rania. Dia harus mengalami koma selama 7 bulan, akankah cinta Aldi Akan berubah? Atau akan tetap setia seperti janjinya?

chap-preview
Pratinjau gratis
Hari Bahagia
Resepsi pernikahan baru saja usai dilaksanakan, sepasang kekasih tengah berbahagia duduk di pelaminan. Seorang gadis bernama Rania sekarang resmi menjadi seorang istri setelah dipersunting oleh kekasihnya bernama Aldi. Tentu saja ini merupakan hari bahagia keduanya, setelah menjalin hubungan selama 7 tahun dan kini mereka mengikat cinta suci itu dalam pernikahan.  "Alhamdulillah ya sayang, kita bisa melewati luka liku hubungan kita dan sampai di jenjang pernikahan ini." ucap Aldi saat mereka duduk berdua di pelaminan.  "Iya, aku harap setelah ini kita mampu menghadapi ujian dalam rumah tangga kita" tutur Rania.  "Kamu tahu, kamu terlihat sangat cantik" Aldi berbisik menggoda Rania. Tentu saja, ucapan itu sukses membuat pipi Rania bersemu merah. Melihat bibir Rania yang menggoda membuat Aldi tak dapat mengontrol diri, Aldi mendekatkan wajahnya hendak mengecup bibir Rania. Rania memejamkan matanya, dia tidak bisa menebak apa yang akan terjadi di detik berikutnya.  "Rania, Aldi... Kalian itu apaan sih, ini masih di pelaminan  juga. Kalau mau ngapa-ngapain tuh ya dikamar. Lagian kalian tuh gak bisa nahan sampai nanti malam apa? Mentang-mentang pengantin baru, berasa dunia milik berdua" Winda sahabat Rania datang mengagetkan keduanya. Tentu saja warna merah di pipi Rania semakin terlihat. Sedangkan Aldi hanya nyengir sambil menggaruk tengkuk yang gak gatal. Rania berdiri mendekati Winda kemudian memeluk sahabatnya erat. Winda bisa melihat raut kebahagiaan di wajah sahabatnya itu.  "Terimakasih sudah datang" Rania menarik tangan Winda kearah Aldi.  "Pasti lah aku akan datang, aku kan sudah selalu menjadi saksi perjalanan cinta kalian. Ngomong-ngomong, selamat ya untuk kalian berdua." Winda memeluk kedua sahabatnya itu.  "Ran, jangan lupa beritahu aku kisah malam pertama kalian" bisik Winda kepada Rania. Setelah itu dia pergi sambil cekikikan.  "Dasar jomblo" bisik Aldi, namun masih bisa terdengar oleh Winda.  "Emang kalian teman kurang ajar" oceh Winda, diikuti tawa kedua pengantin.  Sudah setengah hari acara resepsi berlalu, Rania juga sudah beberapa kali mengganti gaun pengantinnya. Begitu pun dengan Aldi, keduanya terlihat seperti seorang raja dan ratu, terlihat menawan dimata para tamu undangan. Acara pesta juga sangat meriah, dan tidak terasa waktu berlalu dan semua acara resepsi telah usai. Semua para tamu undangan telah pulang, kecuali seorang sahabat bernama Winda yang masih setia menemani Rania membuka kado di kamarnya.  "Gimana rasanya jadi ratu sehari?" goda Winda pada Rania. "Aku bahagia banget, tapi sumpah yah kaki aku pegel banget seharian berdiri menjabat tangan banyak orang." ucap Rania dengan antusias.  "Kapan ya, giliran ku? Kapan pangeran berkuda putih datang meminang ku" ucap Winda berangan, namun suara Aldi membuyarkan lamunannya.  "Jangan mimpi kamu ratu jomblo, jangankan pangeran berkuda, manusia buruk rupa pun pasti pikir dua kali untuk melamar mu. "  "s****n lo" ucap Winda menimpuk Aldi dengan sampah bekas bungkus kado, sementara Rania hanya tertawa melihat ulah suami dan sahabatnya itu.  "Sudah sayang, jangan menggoda Winda terus. Nanti dia marah, dan gak mau jadi sahabat kita lagi gimana?" selalu saja Rania harus menjadi penengah pertengkaran Winda dengan suaminya.  "Emang rese suami kamu Ran, aku bahkan masih gak habis pikir kenapa kamu betah dan sudi menjadikan dia suamimu" ucap Winda sinis.  "Ya... Karena Rania tau mana cowok tampan dan keren yang harus diperjuangkan" ucap Aldi sombong.  Karena tidak ingin ada keributan lagi, Rania memberikan kode agar suamimya pergi. Awalnya Aldi tak menghiraukan, tapi melihat mata Rania dia langsung keluar saja. Dari pada dia dapat resiko tidur diluar, kan gak mungkin malam pertama tidur di sofa. Mereka bertiga memang sudah bersahabat sejak lama, bahkan jauh sebelum Rania menjalin hubungan dengan Aldi. Diantara mereka bertiga, Winda memang jarang sekali punya pacar, itu sebabnya dia disebut ratu jomblo. Sebenarnya banyak pria yang mengantri mengejar Winda, wajar saja Winda adalah gadis cantik nan pintar. Namun dia memang memutuskan untuk tidak pacaran, dan tidak ada yang tau alasannya kenapa, bahkan bagi Rania sahabat terdekatnya pun tidak ia beri tahu alasannya.  "Oh ya, bagaimana statusmu sekarang? Apakah kamu sudah punya calon?" goda Rania pada Winda, sementara yang ditanya malah pura-pura gak denger.  "Kamu tau lah Ran, aku gak mau buka hati aku buat cowok lagi" ucap Rania enteng. "Setelah kamu menikah, kita akan tetap jadi teman kan?" tanya Winda kemudian.  "Tentu, kamu akan selalu jadi teman terbaikku. Dan selamanya kita akan menjadi sahabat dekat." ujar Rania, kemudian keduanya berpelukan.  Tidak terasa hari telah berganti malam, namun Winda masih setia menemani Rania. Aldi yang merasa takut malam pertamanya direcoki Winda, akhirnya dia berniat mengusir Winda dari rumahnya.  "Kamu gak lihat langit, diluar tuh udah gelap. Gak baik seorang wanita pulang malam-malam, kalau kamu kenapa-napa kita juga yang disalahin." ucap Aldi pada Winda.  "Iya ini juga mau pulang kok, pengantin baru gak sabaran banget sih. Orang masih sore juga." ucap Winda, setelah itu dia pun permisi pulang.  Sepeninggal Winda, Rania segera membersihkan diri. Hari ini dia merasa sangat lelah sekali, rasanya dia ingin cepat-cepat merebahkan diri di kasur nya . Hari ini adalah malam pertamanya, Rania sebenarnya ingin menunda terlebih dahulu tapi pasti Aldi tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Malam semakin larut, namun pasangan pengantin ini belum juga tertidur. Keduanya masih berbincang sambil menghilangkan rasa lelah karena acara seharian.  "Sayang sudah malam, sepertinya sekarang sudah waktunya..." ucap Aldi menggoda Rania yang sekarang berada dalam dekapan Aldi.  "Sebelum kita mulai, aku mau kita sama-sama membuat janji dalam pernikahan kita." ucap Rania, kemudian keduanya saling bertatapan mata.  "Apa yang akan kamu lakukan setelah kita jadi suami istri?" tanya Rania.  "Aku pasti akan selalu ada buat kamu, mendampingi kamu, dan selalu melindungi kamu." ucap Aldi mantap.  "Aku juga akan menjadi istri yang baik, menyiapkan kamu sarapan, dan membuat kamu bahagia setiap harinya." ucap Rania. Aldi membawa Rania kembali kedalam dekapannya, dia begitu bahagia bisa menikahi gadis yang paling dia cintai. Aldi juga berharap mereka akan hidup bahagia bersama anaknya kelak.  "Aku juga ingin kamu berjanji setia sama aku, aku gak mau ada orang ketiga dalam rumah tangga kita." ucap Rania. Pandangan mereka bertemu, keduanya sama-sama bisa melihat ketulusan cinta dimata masing-masing.  "Tentu, aku janji tidak akan ada yang bisa menggantikan posisi kamu di hati aku." ucap Aldi. Ya, Aldi begitu mencintai Rania, begitu sulit mendapatkan gadisnya dulu. Jadi mana mungkin ada wanita lain yang mengganti posisinya. Keduanya saling memandang, Aldi mengecup kening Rania dengan penuh kasih sayang, dan setelah itu mereka menunaikan kewajibannya sebagai pasangan suami istri pada umumnya yaitu memadu kasih. 

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

TETANGGA SOK KAYA

read
52.2K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
41.2K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.4K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Setelah Tujuh Belas Tahun Dibuang CEO

read
1.2K
bc

TERNODA

read
199.2K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook